Terbakar Api Cemburu, Pemuda di Depok Sayat Leher Pria hingga 13 Jahitan

Ilustrasi pelaku ditangkap polisi.
ILUSTRASI Penangkapan Pelaku. (istockphoto)
0 Komentar

KBEonline.id – RAN, pemuda di Depok nekat menyayat seorang pria yang diduga dekat dengan mantan kekasihnya di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat. Aksi penganiayaan tersebut diduga dipicu rasa cemburu dan terekam kamera pengawas atau CCTV.

Dalam rekaman CCTV, RAN terlihat mendatangi tempat kerja korban. Pelaku kemudian menggedor rolling door hingga korban membuka pintu.

Begitu pintu terbuka, RAN langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam dan menyayat bagian leher hingga menimbulkan luka cukup serius.

Kronologi

Baca Juga:Jadwal Bioskop Trans TV Selasa, 11 Agustus 2026: Malam Ini Nonton Film Aksi Liam NeesonKembali Melonjak! Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp20.000 per Gram

Sebelum melakukan penyerangan, RAN diketahui melihat mantan kekasihnya berinisial V sedang berbincang dengan korban. Diduga terbakar api cemburu, RAN kemudian mendatangi tempat kerja V yang berada di sebelah lokasi korban bekerja.

Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Depok AKP Erwin mengatakan aksi tersebut diduga dipicu rasa cemburu setelah pelaku melihat mantan kekasihnya berbincang dengan korban.

“Pelaku ini cemburu, dia punya pacar atas nama V. V ini pacaran dengan korban sehingga membuat pelaku cemburu. Si perempuan ini jualan empek-empek dan korban bekerja di pecel pucung di sebelahnya,” ujar Erwin, Senin (10/8/2026).

Menyamar Jadi Ojol

Setelah menerima laporan mengenai aksi penganiayaan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan RAN. Unit Jatanras dan Resmob Satreskrim Polres Metro Depok kemudian berhasil mengamankan pelaku.

Dalam penangkapan, RAN disebut melakukan perlawanan. Polisi akhirnya memberikan tindakan tegas dan terukur untuk mengamankan pelaku.

13 Jahitan

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian leher. Luka akibat sayatan senjata tajam itu cukup dalam hingga membuat korban harus menjalani perawatan medis dan mendapatkan 13 jahitan untuk menutup luka.

Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk motif dan rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi aksi penganiayaan. (bbs/brs)

0 Komentar