Periksa suspensinya.
4. Muncul Bunyi “Jedug” atau “Cetok”
Suara dari bagian depan ketika melewati:
lubang,
polisi tidur,
jalan bergelombang,
juga patut diperhatikan.
Bunyi tersebut tidak selalu berarti shockbreaker bocor. Bisa saja ada komponen lain pada sistem kaki-kaki yang bermasalah.
Namun, apabila bunyi muncul bersamaan dengan oli rembes dan suspensi terasa keras, pemeriksaan shockbreaker sebaiknya dilakukan.
5. Shockbreaker Terasa Terlalu Cepat Memantul
Suspensi seharusnya mengontrol gerakan naik-turun roda.
Jika setelah melewati gundukan bagian depan motor terasa memantul berulang kali, kemampuan redamannya patut dicurigai.
Baca Juga:Jangan Asal Pilih Bengkel! Ini 13 Risiko Servis Motor di Bengkel Umum yang Sering LuputNiat Ganti Kaca Mobil? Ini 14 Perbandingan Kaca Film Nano Ceramic vs Metallic, No. 9 Bikin Adem Tanpa Ganggu!
Pada kondisi shock yang kehilangan kemampuan redaman, gerakan motor dapat menjadi lebih sulit dikendalikan.
6. Setang Terasa Tidak Stabil
Ini jangan dianggap sekadar “perasaan”.
Jika setang terasa kurang stabil ketika melewati jalan bergelombang, terdapat kemungkinan masalah pada sistem suspensi atau komponen kaki-kaki lainnya.
Shock depan yang bermasalah dapat memengaruhi kestabilan motor, khususnya ketika melewati permukaan jalan tidak rata.
Kalau gejala semakin parah pada kecepatan tinggi, sebaiknya jangan ditunda pemeriksaannya.
7. No. 7 Bisa Bahaya: Motor Oleng Saat Mengerem
Ini salah satu gejala yang paling tidak boleh disepelekan.
Jika salah satu sisi shock depan mengalami kebocoran atau kehilangan kemampuan redaman, keseimbangan suspensi kiri dan kanan dapat terganggu.
Kondisi tersebut berpotensi membuat motor terasa oleng atau tidak seimbang ketika melakukan pengereman.
Masalah menjadi semakin serius apabila oli shock sampai mengenai area sistem pengereman.
Baca Juga:Daftar 12 Gerakan Yoga dan Stretching di Rumah untuk Redakan Kram Haid, No. 9 Bisa Bikin Perut Lebih Rileks!Daftar 15 Catering Nasi Box di Jatimulya, Tambun Selatan dan Bekasi Timur, No 11 Lauknya Bikin Makin Lahap!
Karena itu, jika terlihat oli merembes ke arah kaliper atau cakram, jangan terus digunakan seperti biasa.
8. Ban Depan Aus Tidak Merata
Suspensi berhubungan dengan kemampuan roda mempertahankan kontak dengan permukaan jalan.
Jika sistem suspensi mengalami masalah, pola tekanan pada ban dapat berubah.
Akibatnya, pemilik motor mungkin menemukan keausan ban yang tidak merata.
Namun, ban aus tidak merata juga bisa disebabkan tekanan ban yang tidak sesuai, masalah roda, bearing, alignment atau komponen kaki-kaki lainnya.
Jadi, jangan langsung menyimpulkan shock rusak hanya berdasarkan kondisi ban.
9. Motor Terasa “Ngeloyor” Saat Berbelok
Saat memasuki tikungan, motor seharusnya terasa stabil.
