Jangan Asal Pilih Bengkel! Ini 13 Risiko Servis Motor di Bengkel Umum yang Sering Luput

Aktivitas mekanik saat melakukan servis sepeda motor di bengkel umum.
Aktivitas mekanik saat melakukan servis sepeda motor di bengkel umum. Pemilik kendaraan perlu memastikan kualitas suku cadang dan pengerjaan sebelum meninggalkan motor.
0 Komentar

Padahal, spesifikasi kekentalan dan standar oli perlu diperhatikan.

Untuk motor tertentu, kapasitas oli juga harus sesuai.

Tips: cek buku manual kendaraan atau rekomendasi pabrikan sebelum membeli oli.

4. Risiko Oli Palsu atau Tidak Jelas Asalnya

Botolnya terlihat meyakinkan bukan berarti isinya pasti aman.

Oli palsu atau produk dengan asal-usul yang tidak jelas dapat menjadi masalah bagi mesin.

Karena itu, perhatikan:

kondisi segel,

kemasan,

kode produksi,

label,

distributor,

kondisi fisik oli.

Jika memungkinkan, minta oli dibuka di depan Anda.

Untuk motor yang masih menggunakan garansi pabrikan, penggunaan produk yang tidak sesuai juga dapat menimbulkan persoalan ketika kendaraan membutuhkan klaim.

5. Pengerjaan Asal-Asalan Bisa Menimbulkan Masalah Baru

No. 5 ini yang sering baru terasa setelah motor dibawa pulang.

Baca Juga:Niat Ganti Kaca Mobil? Ini 14 Perbandingan Kaca Film Nano Ceramic vs Metallic, No. 9 Bikin Adem Tanpa Ganggu!Daftar 12 Gerakan Yoga dan Stretching di Rumah untuk Redakan Kram Haid, No. 9 Bisa Bikin Perut Lebih Rileks!

Servis bukan sekadar membuka komponen, mengganti bagian yang dianggap rusak, lalu memasangnya kembali.

Ada prosedur dan ketelitian yang diperlukan.

Contohnya:

baut tidak dikencangkan dengan benar,

kabel tidak dirapikan,

selang salah posisi,

cover tidak terpasang sempurna,

komponen tidak dibersihkan,

bagian lain ikut rusak ketika proses pembongkaran.

Akibatnya, motor yang awalnya hanya mengalami masalah kecil malah menimbulkan keluhan baru.

6. Baut Terlalu Kencang Bisa Sama Bahayanya dengan Baut Kendor

Kelihatannya sepele, tetapi ini penting.

Baut pada komponen kendaraan memiliki kebutuhan pengencangan tertentu.

Jika terlalu kencang, ulir dapat rusak atau komponen tertentu bisa mengalami tekanan berlebihan.

Sebaliknya, baut yang terlalu kendor juga berisiko menyebabkan komponen bergerak atau terlepas.

Untuk komponen kritis, mekanik idealnya mengikuti spesifikasi torsi yang ditentukan pabrikan.

Tips: jika setelah servis muncul suara aneh, getaran atau komponen terasa longgar, segera kembali ke bengkel.

7. Mekanik Bisa Salah Mendiagnosis Kerusakan

Motor brebet belum tentu businya rusak.

Gejala yang sama bisa disebabkan berbagai komponen.

Misalnya mesin sulit hidup dapat berkaitan dengan:

sistem bahan bakar,

busi,

sistem pengapian,

sensor,

aki,

kompresi,

saluran udara,

hingga masalah kelistrikan.

Jika mekanik langsung mengganti komponen tanpa melakukan pemeriksaan yang cukup, pelanggan bisa mengeluarkan uang untuk komponen yang sebenarnya masih baik.

0 Komentar