12. Harga Bisa Membengkak Jika Tidak Disepakati dari Awal
Ini yang sering bikin pelanggan kaget saat mengambil motor.
Awalnya dikatakan:
“Servis sekitar Rp100 ribu.”
Tetapi setelah selesai, totalnya menjadi beberapa kali lipat karena ada penggantian komponen tambahan.
Masalahnya bukan semata-mata komponen tersebut harus diganti.
Persoalannya adalah pelanggan tidak mengetahui atau tidak menyetujui tambahan pekerjaan tersebut sebelumnya.
Untuk menghindarinya, tanyakan:
“Kalau ada sparepart yang harus diganti, kabari saya dulu sebelum dipasang.”
13. Garansi Pengerjaan Bisa Tidak Jelas
Baca Juga:Niat Ganti Kaca Mobil? Ini 14 Perbandingan Kaca Film Nano Ceramic vs Metallic, No. 9 Bikin Adem Tanpa Ganggu!Daftar 12 Gerakan Yoga dan Stretching di Rumah untuk Redakan Kram Haid, No. 9 Bisa Bikin Perut Lebih Rileks!
Motor sudah dibawa pulang, besoknya masalah muncul lagi. Lalu siapa yang bertanggung jawab?
Tidak semua bengkel memiliki kebijakan garansi yang sama.
Karena itu, sebelum melakukan pekerjaan besar, tanyakan:
Apakah ada garansi pengerjaan?
Berapa lama?
Apa saja yang ditanggung?
Apakah sparepart memiliki garansi?
Apa syarat klaimnya?
Untuk pekerjaan sederhana mungkin persoalannya kecil. Namun untuk perbaikan mesin atau kelistrikan yang biayanya besar, informasi tersebut menjadi sangat penting.
Cara Memilih Bengkel Umum yang Lebih Aman
Tidak harus selalu memilih bengkel resmi.
Bengkel umum juga bisa menjadi pilihan yang bagus asalkan mekaniknya kompeten dan proses kerjanya transparan.
Sebelum menyerahkan motor, perhatikan beberapa hal berikut.
1. Lihat reputasinya
Cek Google Maps dan lihat:
jumlah ulasan,
rating,
komentar pelanggan,
foto tempat,
respons pemilik terhadap keluhan.
Jangan hanya melihat rating.
Bengkel dengan rating 4,9 tetapi hanya memiliki beberapa ulasan belum tentu bisa langsung dibandingkan dengan bengkel yang memiliki ratusan atau ribuan ulasan.
2. Tanyakan merek sparepart
Jangan malu bertanya:
“Pakai merek apa, Mas?”
Jika mekanik transparan mengenai merek dan jenis komponen, Anda lebih mudah menentukan pilihan.
3. Minta rincian harga
Sebelum pengerjaan, tanyakan:
Jasa + sparepart + biaya tambahan = berapa?
Untuk pekerjaan besar, minta estimasi tertulis atau setidaknya melalui chat.
4. Simpan bukti pembayaran
Struk, nota atau bukti transfer sebaiknya disimpan.
Jika suatu saat terjadi masalah, bukti tersebut bisa membantu ketika melakukan komplain.
5. Jangan tergoda harga paling murah
Harga murah memang bagus.
Tetapi murah dan berkualitas jauh lebih baik daripada murah lalu harus servis dua kali.
