Jurnalis Cikarang Ekspres Juara 1 Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna Kabupaten Bekasi 2026

Ade Martin Ketua Posyantek dan Jurnalis BBM Cikarang Eskpres mendapatkan pengahargaan dari Plt Bupati Bekasi
Ade Martin, Ketua Posyantek Antar Desa Cikarang Selatan dan Jurnalis Cikarang Ekspres mendapatkan penghargaan Juara 1 Lomba Inovasi TTG Kabupaten Bekasi 2026 dari Plt Bupati Bekasi
0 Komentar

KBEONLINE.ID – PERSOALAN sampah plastik di Kabupaten Bekasi memantik lahirnya gagasan kreatif yang berdaya guna tinggi. Berawal dari keprihatinan atas limbah botol plastik yang menumpuk, Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Antar Desa Kecamatan Cikarang Selatan berhasil menciptakan mesin extruder yang mengubah botol plastik bekas menjadi filamen untuk kebutuhan 3D printing.

Inovasi berwawasan lingkungan ini sukses menyabet Juara 1 Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Penghargaan diserahkan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 di Plaza Pemkab Bekasi, Sabtu 15 Agustus 2026.

Ketua Posyantek Antar Desa Cikarang Selatan, Ade Marsin, mengungkapkan bahwa ide ini berangkat dari semangat memandang sampah bukan sekadar masalah, melainkan peluang ekonomi.

Baca Juga:Rekomendasi Liburan di Pesisir Karawang Utara: Pantai Putri, Candi Jiwa, dan Surabi Hijau RengasdengklokPromo Kuliner 17 Agustus di Karawang: Makan & Minum Hemat dan Harganya Mulai Rp25 Ribuan!

“Teknologi tepat guna itu menurut saya lebih kepada bagaimana sebuah inovasi bisa menjawab kebutuhan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Inovasi sendiri tidak harus berteknologi tinggi,” ujar Ade Marsin di Cikarang Pusat.

Menariknya, Ade Marsin juga dikenal aktif sebagai jurnalis Cikarang Ekspres. Pengalamannya menelusuri berbagai persoalan sosial di lapangan menjadi modal utama dalam memetakan masalah hingga menemukan solusi berbasis kemasyarakatan.

Ia mengaku terinspirasi dari alat pengupas kolang-kaling berbasis kayu yang pernah menjuarai ajang serupa di Kabupaten Sumedang pada 2022. Hal itu membuktikan bahwa kesederhanaan alat justru bisa membawa dampak besar jika relevan dengan kebutuhan warga.

“Kami juga terinspirasi dari juara inovasi TTG tahun 2022 dari Sumedang yang membuat alat pengupas kolang-kaling dari kayu. Kalau dilihat mungkin sederhana, tidak menggunakan teknologi tinggi, tetapi manfaatnya luar biasa bagi masyarakat,” katanya.

Mesin extruder karya tim Cikarang Selatan ini bekerja mengolah botol bekas menjadi bahan baku cetak tiga dimensi yang bernilai jual. Kehadiran alat ini tidak hanya memangkas volume limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru di tingkat desa.

“Jadi menurut saya, inovasi teknologi tepat guna itu tidak harus berteknologi tinggi. Yang paling penting adalah manfaatnya. Kalau sebuah alat sederhana bisa membantu masyarakat menyelesaikan persoalan, meningkatkan produktivitas atau memberikan nilai ekonomi, itu sudah merupakan sebuah inovasi yang tepat guna,” tambahnya.

0 Komentar