Bantuan juga datang dari dunia usaha dan lembaga lainnya, di antaranya Deltamas, PT Hyundai, BBWS Cilicis, BBWS Citarum, YBMI, YSCK, PT EJIP, CSR Jababeka, Baznas, Kwarcab Pramuka hingga BPBPK Jamket Kementerian PU.
Tak hanya air bersih, sejumlah pihak mulai menyiapkan sarana penampungan agar bantuan air bisa dimanfaatkan warga secara berkelanjutan.
Markas PMI Pusat menyalurkan toren berkapasitas 5.000 liter dan 2.000 liter ke Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah. Bantuan serupa juga dikirim ke Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu.
Baca Juga:Update Terbaru Harga Emas Antam Hari Ini: Stagnan di Angka Rp2,725 Juta per Gram, Buybacknya Berapa?Kemenag Karawang Satukan Tasyakur Kemerdekaan dan Maulid Nabi, Santuni Yatim hingga Petugas Kebersihan
Sementara BPBPK Jamket Kementerian PU menyiapkan enam toren berkapasitas 2.000 liter untuk Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran. Baznas Kabupaten Bekasi juga menyediakan dua set sumur bor di Desa Wibawamulya, Kecamatan Cibarusah.
Dody menambahkan, penanganan kekeringan melibatkan BPBD Kabupaten Bekasi bersama dinas teknis, TNI/Polri, Perumda Tirta Bhagasasi, PMI Kabupaten Bekasi, dunia usaha melalui klaster logistik, serta pemerintah desa dan kecamatan terdampak.
Selain distribusi air, pemerintah juga melakukan normalisasi aliran sungai, pembersihan dan pengangkutan sampah, penertiban bangunan liar di aliran sungai, serta koordinasi dengan aparat setempat.
Petani Tambelang Terancam Tak Bisa Tanam
Di tengah upaya pemerintah mempercepat tanam padi, persoalan air justru menjadi kendala serius bagi petani di Kecamatan Tambelang.
Kerusakan tanggul Saluran Sekunder (SS) Pisang Batu membuat sekitar 700 hektare areal persawahan di tiga desa belum dapat kembali ditanami setelah terdampak kemarau.
Areal tersebut berada di Desa Sukamaju, Sukarapih, dan Sukarahayu.
Petani Desa Sukarapih, Risam (52), mengatakan kekeringan telah dirasakan selama sekitar tiga bulan terakhir. Kondisi semakin sulit setelah tanggul SS Pisang Batu rusak sehingga pasokan air menuju sawah berkurang.
“Sekarang mau tanam lagi. Kalau kata pemerintah ada percepatan tanam, namun enggak ada airnya karena kerusakan tanggul SS Pisang Batu,” kata Risam.
Baca Juga:Bupati Karawang Aep Syaepuloh Ajak ASN dan Pengusaha Salurkan Bantuan Musibah NTT Lewat BAZNASJadwal Siaran Langsung Kejuaraan Dunia BWF 2026 Hari Ini, Di TV Mana Tayang?
Menurut dia, persoalan air juga diperparah dengan adanya pengambilan air untuk kebutuhan PDAM Pasar Tambelang. Akibatnya, petani harus berbagi pasokan air yang semakin terbatas.
“Tiga desa, Sukamaju, Sukarapih, Sukarahayu. Kurang lebih 700-an hektare. Enggak ada air, betul,” ujarnya.
