Minimnya pasokan air turut menekan hasil panen. Risam menyebut produktivitas panen sebelumnya hanya sekitar tiga ton per hektare, jauh dari potensi yang dapat mencapai enam ton per hektare.
“Panennya kurang maksimal. Aturan-aturan maksimal kan enam ton, palingnya tiga ton,” ungkapnya.
Untuk sementara, sebagian petani memilih menunda penanaman sembari mencari solusi pengairan. Mereka melakukan rembug bersama untuk menentukan langkah yang dapat dilakukan agar lahan kembali produktif.
Baca Juga:Update Terbaru Harga Emas Antam Hari Ini: Stagnan di Angka Rp2,725 Juta per Gram, Buybacknya Berapa?Kemenag Karawang Satukan Tasyakur Kemerdekaan dan Maulid Nabi, Santuni Yatim hingga Petugas Kebersihan
“Petani sementara ini lagi nunggu, lagi berpikir bagaimana caranya ini. Kita lagi rembug-rembug kepada petani, apa solusinya,” katanya.
Sebagian petani bahkan mulai mencari sumber pendapatan alternatif dengan memelihara kambing sembari menunggu pasokan air kembali tersedia. (Iky)
