KBEONLINE.ID, BEKASI – Kekeringan di Kabupaten Bekasi kian meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 65.659 jiwa dari 21.333 kepala keluarga (KK) terdampak kekurangan air bersih.
Berdasarkan data BPBD yang dihimpun Cikarang Ekspres pada 20 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, kekeringan telah melanda 35 desa di 11 kecamatan dengan total 192 titik lokasi kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan, pemerintah bersama sejumlah pihak terus mengintensifkan distribusi air bersih ke wilayah terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 5.797.500 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat.
Baca Juga:Update Terbaru Harga Emas Antam Hari Ini: Stagnan di Angka Rp2,725 Juta per Gram, Buybacknya Berapa?Kemenag Karawang Satukan Tasyakur Kemerdekaan dan Maulid Nabi, Santuni Yatim hingga Petugas Kebersihan
“Sebanyak 5.797.500 liter air bersih telah dikirim ke wilayah terdampak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Muchlis, Kamis 20 Agustus 2026.
Sebaran kekeringan meliputi Kecamatan Sukawangi, Babelan, Sukakarya, Pebayuran, Tambun Selatan, Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Serang Baru, Cibarusah, Bojongmangu, dan Setu.
Wilayah selatan Kabupaten Bekasi menjadi salah satu kawasan yang cukup parah terdampak. Di Kecamatan Cibarusah, misalnya, Cibarusah Kota tercatat memiliki 14 titik kekeringan, Ridomanah 13 titik, Ridogalih 11 titik, serta Cibarusah Jaya dan Sirnajati masing-masing tujuh titik.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Bojongmangu. Desa Medalkrisna tercatat memiliki 16 titik kekeringan, Karangindah 17 titik, Karangmulya tiga titik, Sukamukti dua titik, dan Bojongmangu satu titik.
Sementara itu, sejumlah desa lain juga terdampak, seperti Jayamulya dengan 13 titik, Nagasari 11 titik, Nagacipta tujuh titik, Jayasampurna lima titik, dan Cilangkara tiga titik.
1.827 Hektare Lahan Pertanian Terdampak
Kekeringan tak hanya memukul kebutuhan air rumah tangga. Sektor pertanian juga ikut terdampak.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dody Supriyadi menyebut sekitar 1.827 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan. Lahan tersebut tersebar di 15 kecamatan dan 45 desa.
Baca Juga:Bupati Karawang Aep Syaepuloh Ajak ASN dan Pengusaha Salurkan Bantuan Musibah NTT Lewat BAZNASJadwal Siaran Langsung Kejuaraan Dunia BWF 2026 Hari Ini, Di TV Mana Tayang?
“Sebanyak 1.827 hektare lahan pertanian terdampak kekeringan. Lahan tersebut tersebar di 15 kecamatan dan 45 desa,” ujar Dody.
Untuk mengantisipasi dampak lebih besar terhadap sektor pangan, pemerintah melakukan sejumlah langkah, termasuk pompanisasi di wilayah pertanian yang mengalami kekeringan melalui Dinas Pertanian dan Perumda Tirta Bhagasasi.
Distribusi air bersih dilakukan secara gotong royong oleh berbagai pihak. BPBD Kabupaten Bekasi menjadi penyalur terbesar dengan 2.141.000 liter, disusul Perumda Tirta Bhagasasi sebanyak 2.036.000 liter dan PMI sebanyak 925.000 liter.
