KARAWANG, KBEONLINE.ID — Berawal dari kepedulian terhadap ketimpangan mutu pendidikan nasional, lembaga bimbingan belajar Hafidz Learning Center (HLC) hadir sebagai wadah penguatan akademik yang berfokus pada pengembangan daya nalar siswa. Didirikan sejak awal Januari 2023, lembaga ini mengusung misi utama untuk meratakan akses pendidikan berkualitas melalui metode pembelajaran saintifik modern yang adaptif terhadap tantangan global.
Founder Hafidz Learning Center, Wahyu Wijanarko, mengungkapkan bahwa pembentukan HLC dipicu oleh keprihatinannya terhadap capaian akademik anak bangsa yang masih tertinggal jika dibandingkan dengan standar internasional. Menanggapi hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) nasional yang dinilai masih memprihatinkan khususnya pada jenjang SLTA yang mencatatkan rerata skor di kisaran 36 pihaknya terdorong untuk memberikan stimulasi pendidikan matematika dan sains yang lebih mendalam serta terstruktur.
Sebagai langkah konkret, HLC mengadopsi kurikulum Math Singapore yang mengedepankan kemampuan problem solving dan analisis aljabar ketimbang sekadar hafalan rumus. Menurut Wahyu, model soal berbasis penalaran serta olimpiade ini sengaja dirancang untuk melatih pola pikir kritis siswa dalam menghadapi tantangan akademik tingkat tinggi sejak usia dini.
Baca Juga:Kebakaran Tumpukan Kayu di Jatimulya Berujung Temuan Jasad HangusJelang Pilkades, Bungkusan Mirip Pocong Gegerkan Warga Karangpatri, PebayuranÂ
Wahyu menekankan pentingnya penguatan fondasi dan konsep dasar pada diri peserta didik sebelum mereka melangkah ke jenjang yang lebih kompleks.
“Kita di sini tuh lebih ke penguatan pondasi dan konsep. Jadi kalau pondasinya kuat, hitungannya kuat, konsep belajarnya kuat, nanti dia gedenya itu dia akan belajar sendiri tuh mampu,” ujar Wahyu saat menjelaskan filosofi pengajaran yang diterapkan di HLC, pada Selasa (25/8).
Respons positif masyarakat terhadap metode ini terlihat dari lonjakan pesat jumlah peserta didik, yang semula hanya terdiri dari 10 siswa terdekat kini telah berkembang pesat hingga mencapai lebih dari 150 murid. Untuk menjaga mutu dan intensitas pendampingan, HLC memberdayakan sekitar 15 tutor berprestasi yang direkrut dari Universitas Singaperbangsa (UNSIKA).
Layanan pendidikan di HLC dirancang sangat inklusif dengan merangkul berbagai jenjang usia, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga para lulusan perguruan tinggi. Khusus bagi jenjang pascakuliah, program difokuskan pada penguasaan English conversation guna memantapkan kesiapan mereka menghadapi wawancara kerja yang kerap menjadikan Bahasa Inggris sebagai kriteria penilaian utama.
