KBEONLINE.ID, BEKASI – Kebakaran tumpukan limbah kayu di Jalan Toyogiri, Kampung Jati RT 04/RW 03, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, menyisakan misteri. Saat warga memastikan bara api benar-benar padam, mata cangkul justru membentur tubuh manusia. Seorang pria tanpa identitas alias Mr X ditemukan dalam kondisi hangus di balik tumpukan kayu bekas, Selasa (25/8/2026) dini hari.
Temuan menggegerkan itu kini menjadi perhatian kepolisian. Hingga kemarin, identitas korban belum diketahui dan polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban, termasuk mendalami asal mula kebakaran yang melalap tumpukan limbah kayu tersebut.
Peristiwa bermula sekitar pukul 00.15 WIB. Tumiyem (66), warga yang rumahnya hanya berjarak sekitar lima meter dari lokasi, mendengar suara gemertak dari arah tempat penampungan limbah kayu saat sedang mendengarkan siaran wayang kulit Ki Seno Nugroho.
Baca Juga:Jelang Pilkades, Bungkusan Mirip Pocong Gegerkan Warga Karangpatri, Pebayuran Jadwal Film Bioskop Trans TV Malam Ini 25 Agustus 2026 Lengkap Sinopsis, Ada The Ambush dan Mosul
“Saya lagi nonton wayang kok bledug, bledug, bledug. Ngelihat ke sini, kok erag-erag, ‘Waduh! Api! Kebakaran!’ Lah, saya lari ke luar. Subhanallah! Langsung saya ngambil air. Pokoknya saya menyelamatkan api supaya jangan sampai merembet ke rumah,” ujar Tumiyem.
Api saat itu membumbung hingga sekitar empat meter. Tumiyem bersama warga kemudian berusaha memadamkan kobaran agar tidak menjalar ke permukiman. Sekitar pukul 01.00 WIB, api berhasil dipadamkan.
Namun, kepulan asap masih terlihat dari bawah tumpukan kayu. Khawatir bara api kembali menyala, Tumiyem meminta sejumlah pemuda mengorek dan memacul tumpukan limbah tersebut.
Saat itulah warga dikejutkan dengan penemuan jasad manusia.
“Mbahnya ngambil pacul, anak-anak muda yang koret-koret sambil mbahnya siramin supaya bara-baranya mati total. Udah dipacul gitu, kena dengkulnya. Loh ada mayat, yaudah manggil Pak RT,” tutur Tumiyem.
Jasad korban ditemukan di tengah tumpukan kayu bekas yang biasa disortir untuk dijual kembali sebagai bahan bakar pembakaran tahu dan tempe. Tumiyem mengaku tidak mengenali korban dan hingga kini belum ada warga sekitar yang melaporkan kehilangan anggota keluarga.
“Lingkungan saya nggak ada yang kehilangan. Juga belum ada yang nyariin anak keluarganya hilang,” katanya.
