Sedangkan pengguna yang ingin kontrol penuh dan tidak keberatan mencatat manual dapat menggunakan Google Sheets atau Excel.
Berikut gambaran sederhananya:
Kebutuhan: Pilihan
Paling simpel:Monefy
Pencatatan detail: Money Manager
Analisis keuangan: Wallet
Tampilan visual: Spendee
Budgeting terstruktur: Money Lover
Metode amplop: Goodbudget
Fleksibel dan manual: Google Sheets
Spreadsheet: Excel Mobile
Pilihan lokal| Sribuu / DompetKu
Perlu diperhatikan, fitur gratis setiap aplikasi berbeda-beda. Sebagian menawarkan fitur dasar secara gratis tetapi menyediakan fitur tambahan melalui pembelian atau langganan.
Spendee, misalnya, tercatat sebagai aplikasi gratis dengan pembelian dalam aplikasi di Google Play.
Aplikasi Bagus Tidak Akan Berguna Kalau Jarang Dibuka
Pada akhirnya, aplikasi pengatur keuangan hanyalah alat.
Masalah terbesar biasanya bukan pada aplikasi, melainkan konsistensi pengguna.
Baca Juga:Tak Dipanggil HRD? Ini 13 Cara Bikin CV ATS Friendly dan Hindari 5 Kesalahan Desain Ini!Interview Online Grogi? Ini 13 Trik Menjawab Pertanyaan Jebakan HRD agar Peluang Diterima Kerja Naik
Tidak ada gunanya memasang aplikasi budgeting terbaik jika hanya digunakan selama tiga hari.
Cobalah mencatat setiap transaksi selama 30 hari, termasuk pengeluaran kecil seperti parkir, kopi, jajanan, ongkos, biaya admin dan pembelian online.
Setelah sebulan, lihat kategori mana yang paling banyak menghabiskan uang.
Dari sana, Anda bisa mulai menentukan pengeluaran mana yang perlu dikurangi.
Sebab, tujuan utama aplikasi keuangan bukan sekadar membuat grafik pengeluaran terlihat rapi.
Tujuan sebenarnya adalah membuat Anda tahu ke mana uang pergi sebelum saldo benar-benar habis.
