Isi Makin Sedikit! Ini 10 Fakta Shrinkflation yang Diam-Diam Bikin Belanja Makin Mahal

Ilustrasi produk kebutuhan sehari-hari dengan ukuran kemasan yang lebih kecil.
Ilustrasi produk kebutuhan sehari-hari dengan ukuran kemasan yang lebih kecil meski harga jualnya tetap. Fenomena ini dikenal sebagai shrinkflation.
0 Komentar

Karena itu, membandingkan harga per gram, kilogram, mililiter atau liter bisa memberikan gambaran yang lebih akurat.

4. Kemasan Bisa Terlihat Hampir Sama

Shrinkflation tidak selalu mudah dikenali.

Produsen dapat mempertahankan desain kemasan yang hampir sama meskipun ukuran atau berat bersih produknya berubah.

Perbedaan tersebut biasanya dapat ditemukan pada informasi berat bersih atau volume yang tercantum pada kemasan.

Karena itu, jangan hanya melihat ukuran fisik kemasan.

Baca Juga:Awas Produk Abal! Ini 13 Panduan Memilih Skincare Lokal Murah Berizin BPOM untuk Bantu Pulihkan Skin Barrier16 Trik Maksimalkan Reward dan Voucher Gratis Ongkir TikTok Shop agar Belanja Bulanan Lebih Aman

Perhatikan pula keterangan seperti netto, berat bersih, isi bersih atau volume.

5. Shrinkflation Tidak Hanya Terjadi pada Makanan

Fenomena ini tidak terbatas pada makanan ringan.

Produk rumah tangga, minuman, kebutuhan kebersihan hingga berbagai barang konsumsi lainnya juga dapat mengalami perubahan ukuran atau jumlah isi.

Bentuknya pun beragam.

Ada produk yang beratnya dikurangi, jumlah lembar dikurangi, volume cairan diperkecil atau ukuran per satuan dibuat lebih kecil.

Karena itu, konsumen perlu membandingkan informasi produk dari waktu ke waktu.

6. Ada Hubungannya dengan Inflasi

Shrinkflation sering dikaitkan dengan kondisi inflasi.

Ketika biaya produksi dan harga berbagai input meningkat, produsen menghadapi tekanan untuk mempertahankan margin keuntungan.

Menaikkan harga secara langsung berpotensi membuat konsumen beralih ke produk pesaing.

Dengan mengurangi isi produk, produsen dapat mempertahankan harga yang terlihat lebih stabil sekaligus menyesuaikan biaya produksi.

Baca Juga:14 Trik Maksimalkan Poin Reward dan Voucher Gratis Ongkir Shopee agar Belanja Bulanan Makin Hemat, Bisa DicobaUsia 30 Bukan Akhir Karier! Ini 14 Tips Career Switch agar Bisa Pindah Jalur Tanpa Mulai dari Nol

Dari sudut pandang konsumen, dampaknya tetap perlu diperhitungkan karena jumlah barang yang diterima menjadi lebih sedikit.

7. Konsumen Bisa Mengalami Kenaikan Harga Secara Tidak Langsung

Misalnya, sebuah produk sebelumnya memiliki berat 200 gram dengan harga Rp20.000.

Artinya, konsumen membayar Rp100 per gram.

Jika beratnya kemudian turun menjadi 180 gram sementara harga tetap Rp20.000, harga efektifnya menjadi sekitar Rp111 per gram.

Secara nominal konsumen memang masih membayar Rp20.000.

Namun, harga yang dibayarkan untuk setiap gram produk sebenarnya meningkat.

Inilah alasan shrinkflation sering dianggap sebagai bentuk kenaikan harga yang lebih tersamar.

8. Cara Paling Mudah Mengenali Shrinkflation

Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan konsumen.

Pertama, periksa berat atau volume produk.

Kedua, bandingkan kemasan lama dan baru jika masih memilikinya.

0 Komentar