KBEONLINE.ID KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang memastikan aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan normal meskipun wilayahnya terkena dampak sebaran abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau. Keputusan ini diambil setelah jajaran pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan bahwa posisi geografis Karawang yang berada di ujung jangkauan paparan membuat dampak erupsi di wilayahnya relatif minim. Oleh karena itu, pemerintah daerah menilai belum ada urgensi untuk mengalihkan pembelajaran murid ke sistem jarak jauh.
“Kemarin saya sudah rapat BPBD, juga rapat dengan Sekda Jabar. Kalau di kita kan paling ujung lah ya, saya bilang enggak terlalu ini lah. Kalau anak-anak dengan sekolah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), saya pikir enggak mungkin juga. Udah sekolah aja masuk,” ujar Aep, Senin (7/9).
Baca Juga:Ternyata Bukan Thom Haye dan Peralta yang Nomor Satu Pemain Termahal BRI Super League 2026/2027Gratis Tanpa Tiket, Begini Indahnya Menikmati Senja di Tengah Sawah Korod Cariu
Meski demikian, langkah antisipasi kesehatan tetap menjadi prioritas utama pemerintah setempat. Aep telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang untuk turun langsung melakukan sosialisasi dan mengedukasi warga agar membiasakan diri menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
“Cuma saya sudah perintahkan hari ini Dinkes untuk sosialisasi pakai masker ke masyarakat. Ada yang terdampak, tapi tidak terlalu signifikan ya,” tambah Aep.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Karawang, Usep Supriatna, mengonfirmasi data analisis dari BMKG mengenai sebaran abu vulkanik tersebut. Menurutnya, tingkat paparan di Karawang masih tergolong dalam batas aman jika dibandingkan dengan daerah yang lokasinya lebih dekat dengan sumber erupsi.
“Kalau berdasar dari BMKG, Karawang termasuk yang terdampak walaupun paling ujung ya dan tidak cukup parah, tidak dekat dengan Anak Gunung Krakatau seperti daerah Tangerang dan sekitarnya. Masih di batas normal kalau kita, tapi kami tetap mengimbau untuk jaga-jaga jika terpapar abu vulkanik, protokol kesehatan aja seperti biasa pakai masker dan kacamata,” jelas Usep.
Berdasarkan laporan terkini BPBD Karawang, paparan abu vulkanik tipis terdeteksi di dua wilayah, yakni Kecamatan Tegalwaru dan Kecamatan Klari. Pihaknya mengonfirmasi bahwa status Anak Gunung Krakatau saat ini masih berada pada Siaga Level III, dan BPBD terus bersiap siaga mengantisipasi segala potensi perubahan kondisi.
