Tidak Hanya Seremonial, Mahasiswa PGSD UBP Karawang Tanam Mangrove dan Perkuat Literasi di Tambaksari

PGSD UBP Karawang Tanam Mangrove di Pantai Tanjung Sari Tambaksari Tirtajaya
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang yang tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial melainkan dengan bentuk nyata dengan melakukan penanaman Mangrove di Pantai Tanjung Sari Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya.
0 Komentar

“Berbagai kegiatan tersebut menjadi upaya mahasiswa mengenalkan alternatif pembelajaran yang lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa mendapatkan pengalaman belajar di luar pola pembelajaran rutin,” tambahnya.

Tidak berhenti sampai disitu saja, Dosen Pembina Mahasiswa Program P2M Depi Prihandani menekankan kepada siswa agar menekuni dan serius membelajari pelajaran Bahasa Inggris sebagai modal utama dalam menghadapi pendidikan di zaman modern dan mempermudah akses ke dunia global di masa depan.

Menariknya, pengabdian tidak hanya fokus pada dunia pendidikan di dalam sekolah akan tetapi sebagai masyarakat yang hidup di daerah pesisir. Para mahasiswa melakukan edukasi tentang apotek hidup yakni memperkenalkan pemanfaatan tanaman di sekitar lingkungan masyarakat Sebagai daerah yang rawan terkena abrasi, mahasiswa melakukan aksi nyata melalui kegiatan penanaman mangrove. Mangrove merupakan bagian penting dari ekosistem pesisir karena berperan dalam menjaga ketahanan tanah, mengurangi dampak abrasi, serta melindungi lingkungan pesisir. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan tempat tinggal, khususnya ekosistem pesisir, agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Baca Juga:Jalan Tuparev Direhabilitasi, Bupati Aep Pertahankan Paving Block sebagai Ikon Heritage KarawangErupsi Krakatau: Karawang Terdampak Tipis Abu Vulkanik, Sekolah Tetap Tatap Muka dan Warga Dimbau Bermasker

“Bagi kami, menanam mangrove bukan sekadar kegiatan penghijauan. Ada pesan yang ingin ditanamkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun sejak generasi muda,” pungkasnya.

P2M HIMA PGSD UBP Karawang sekaligus memperlihatkan bagaimana kampus dapat mengambil peran di tengah masyarakat. Mahasiswa, dosen, sekolah, perangkat desa, dan masyarakat dilibatkan sebagai bagian dari kegiatan. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting agar program yang dijalankan tidak sekadar datang, melaksanakan kegiatan, kemudian selesai. (Wyd)

0 Komentar