Usaha Rongsokan Berapa Untungnya SIh? Ternyata Bisa Ngalahin Gaji UMR Karawang

Usaha Rongsokan
Usaha Rongsokan
0 Komentar

Gambaran Simulasi Lapak

Sebagai gambaran, sebuah lapak rongsok kecil-menengah diasumsikan mampu mengumpulkan sekitar 300 kilogram kardus dan 100 kilogram botol atau gelas plastik bening setiap hari. Dengan asumsi beroperasi selama 26 hari dalam satu bulan, total kardus yang bergerak mencapai sekitar 7,8 ton per bulan, sedangkan plastik bening mencapai sekitar 2,6 ton.

Dalam simulasi harga yang digunakan, kardus dibeli dari pemulung sekitar Rp1.200 per kilogram dan dijual kembali dengan harga Rp1.800 per kilogram. Artinya terdapat selisih Rp600 per kilogram. Dengan volume 300 kilogram sehari, margin kotor kardus mencapai Rp180.000 per hari.

Sementara itu, plastik bening diasumsikan dibeli dengan harga Rp3.000 per kilogram dan dapat dijual sekitar Rp5.000 per kilogram setelah melalui proses sortir. Selisihnya mencapai Rp2.000 per kilogram. Dengan volume 100 kilogram sehari, margin kotor dari plastik mencapai Rp200.000 per hari.

Baca Juga:Sama-Sama Tambun tapi Karakternya Berbeda ? Ini Dia Perbedaan Tambun Selatan dan Tambun UtaraSINAR BASTRA Unsika Dorong Pembelajaran Sastra Lebih Bermakna

Jika kedua komoditas tersebut digabungkan, margin kotor lapak dalam simulasi mencapai Rp380.000 per hari. Dengan 26 hari kerja, angkanya menjadi sekitar Rp9,88 juta per bulan sebelum dikurangi biaya operasional.

Biaya Operasional

Angka Rp9,88 juta tersebut belum bisa disebut sebagai keuntungan bersih. Pemilik lapak masih harus mengeluarkan biaya untuk menjalankan usaha. Dalam simulasi sederhana, biaya sewa tempat diperkirakan Rp1 juta per bulan, kemudian satu pekerja untuk membantu proses sortir dan penimbangan sekitar Rp2 juta.

Biaya transportasi dan bahan bakar juga perlu diperhitungkan, terutama ketika barang harus dikirim ke bandar atau pencacah. Jika kebutuhan angkut diperkirakan Rp1 juta per bulan, ditambah biaya karung, tali, listrik dan air sekitar Rp400 ribu, maka total biaya operasional mencapai sekitar Rp3,4 juta per bulan.

Dengan demikian, dari margin kotor Rp9,88 juta dikurangi biaya operasional Rp3,4 juta, simulasi keuntungan bersihnya berada di angka sekitar Rp6,48 juta per bulan.

Pengepul Untung Besar

Perbedaan hasil antar-lapak sangat mungkin terjadi karena volume barang yang ditangani tidak sama. Lapak dengan jaringan pemulung lebih banyak tentu mempunyai peluang mendapatkan pasokan lebih besar. Begitu pula lapak yang memiliki pelanggan tetap dari kawasan perumahan, pasar, pertokoan, gudang, restoran atau kawasan industri.

0 Komentar