Rekomendasi 15 Tips Mencegah Karhutla di Lahan Sawit: Limbah Jangan Dibakar, Bisa Jadi Cuan!

Aktivitas perkebunan kelapa sawit
Aktivitas perkebunan kelapa sawit. Pengelolaan pelepah dan limbah sawit tanpa pembakaran menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah risiko karhutla.
0 Komentar

KBEONLINE.ID — Musim kering membuat lahan perkebunan kelapa sawit harus mendapat perhatian ekstra.

Tumpukan pelepah, gulma, semak dan sisa tanaman yang dibiarkan kering dapat menjadi bahan bakar ketika muncul sumber api.

Karena itu, kebiasaan membakar limbah atau membuka lahan dengan api bukan lagi pilihan yang aman.

Baca Juga:Daftar 15 Tempat Sarapan Pagi di Bekasi Timur yang Buka Sejak Subuh, No 14 Bikin Susah Move On!Tak Harus di Hotel! Ini 15 Kedai Kopi Bekasi untuk Meeting Santai Bersama Klien

Selain berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, pembakaran juga menghasilkan asap dan dapat merusak kualitas lingkungan.

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 6 Tahun 2025 telah memperbarui aturan mengenai pembukaan dan/atau pengolahan lahan perkebunan tanpa membakar.

Aturan tersebut juga memperkuat kewajiban pencegahan kebakaran, termasuk kesiapan sarana, pemantauan dan pengendalian kebakaran.

Bahkan pada Agustus 2026, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 tentang larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Lantas, bagaimana cara mengelola kebun sawit agar limbah tidak berubah menjadi sumber api?

Berikut 15 tips mencegah karhutla di lahan sawit dikutip dari YouTube bang tani jm Selasa, (15/9/2026).

1. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar

Langkah pertama sekaligus yang paling penting adalah meninggalkan metode pembukaan lahan menggunakan api.

Baca Juga:Rekomendasi 13 Tempat Makan di Setu yang Nggak Perlu Tampilan Mewah, No 12 Diburu PembeliLangsung Kenyang! Ini 10 Tempat Makan di Kota Bekasi dengan Porsi Gak Ngotak yang Wajib Dicoba

Pembakaran dapat membuat api menyebar ketika kondisi lahan kering atau angin bertiup cukup kencang.

Risiko tersebut semakin besar ketika kebun berada dekat semak, hutan, lahan gambut atau permukiman.

Metode tanpa bakar atau zero burning menjadi pendekatan yang lebih aman dan sejalan dengan ketentuan perkebunan yang berlaku.

2. Manfaatkan pelepah sawit sebagai mulsa

Pelepah yang sudah dipangkas tidak harus dibakar.

Pelepah dapat dicacah dan disusun di area tertentu sebagai bahan organik.

Cara ini membantu mengurangi tumpukan bahan kering yang mudah terbakar sekaligus mengembalikan bahan organik ke lahan.

Penataan pelepah juga perlu dilakukan secara teratur agar tidak mengganggu akses pekerja maupun jalur kendaraan di kebun.

3. Jangan biarkan tandan kosong menumpuk sembarangan

Tandan kosong kelapa sawit atau TKKS merupakan salah satu limbah padat dari industri sawit yang masih memiliki potensi pemanfaatan.

Alih-alih dibakar, TKKS dapat diolah menjadi bahan organik dan kompos.

0 Komentar