KBEonline.id – Pintu utama Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi digembok sejumlah warga, Jumat (18/9). Aksi tersebut ternyata merupakan bentuk protes terhadap hasil seleksi bakal calon kepala desa yang tidak masuk lima besar.
Warga yang melakukan aksi disebut meminta tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) ditunda atau calon yang tidak lolos lima besar tetap diikutsertakan. Namun, tuntutan tersebut tidak dikabulkan DPMD karena tahapan seleksi telah berjalan.
Kepala DPMD Kabupaten Bekasi Imam Santoso membenarkan aksi tersebut. Ia menduga massa yang datang merupakan pihak yang sebelumnya telah menyampaikan keberatan terhadap hasil seleksi bakal calon kepala desa.
Baca Juga:Dirut Bulog Puji Sinergi dengan Pemkab Karawang: Kalau Bupatinya Seperti Pak Aep, Pangan Indonesia AmanJelang Pilkades Kabupaten Bekasi Mencekam!, Sekelompok Warga Gembok Kantor Dinas Desa DPMD
“Sepertinya mereka itu dari pihak yang keberatan sebelumnya dan meminta agar tahapan Pilkades ditunda atau calon yang tidak masuk lima besar tetap diikutsertakan,” kata Imam Santoso ketika dikonfirmasi Cikarang Ekspres.
Imam menegaskan permintaan penundaan tidak dapat dipenuhi. Menurutnya, proses seleksi telah berjalan sesuai tahapan dan hasilnya telah dibuka melalui pihak ketiga.
“Pengen penundaan, tahapan kan sudah berjalan. Hasilnya sudah terbuka dengan pihak ketiga. Jadi kita tidak bisa mengabulkan untuk penundaan,” tegasnya.
Imam mengatakan, DPMD sebelumnya telah membuka ruang mediasi untuk pihak yang keberatan. Mediasi tersebut bahkan berlangsung sejak siang hingga malam hari.
“Mediasi sudah dilakukan kemarin, dari siang sampai malam,” ujarnya.
Meski demikian, Imam memastikan keberatan terhadap hasil seleksi tetap dapat disampaikan melalui mekanisme yang tersedia. Namun, keberatan tersebut tidak serta-merta menghentikan tahapan Pilkades yang telah berjalan.
“Keberatan tetap bisa disampaikan, tetapi tahapan Pilkades harus berjalan sesuai aturan,” tandasnya.
Baca Juga:H Daud Mendaftar, Peta Politik Pilkades Karangjaya Pedes BerubahKeraton Surakarta Anugerahi Aktivis Muda KAHMI Hendriyanto Attan Gelar Kanjeng Raden Haryo
Sementara itu, berdasarkan rekaman video yang diterima Cikarang Ekspres, aksi penggembokan dilakukan secara terbuka di depan pintu kaca utama Kantor DPMD.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengenakan topi hitam bersama seorang pria lainnya membelitkan rantai besi pada kedua gagang pintu kaca. Rantai tersebut kemudian dikunci menggunakan gembok hingga akses masuk utama kantor tertutup.
Aksi itu disaksikan sejumlah warga dan pegawai yang berada di sekitar lokasi. Situasi sempat memanas ketika terdengar suara warga meminta orang-orang yang berada di dalam gedung keluar melalui pintu belakang.
