KBEonline.id- Kelompok Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) se Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, menggelar Workshop olahraga tradisional di aula PGRI Kecamatan Cikarang Utara, Jum’at (18/9/26), kemarin.
Workshop ini salah satu rangkaian penting dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Tradisional (Portadnas) Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026, jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Swasta.
Perwakilan Kelompok Guru PJOK Kecamatan Cikarang Utara, Mang Odik mengatakan, tahun ini Kecamatan Cikarang Utara jadi tuan rumah. Saat ini pihaknya tengah melaksanakan tahapan-tahapan persiapan agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi kendala teknis maupun yang lainnya.
Baca Juga:Spektakuler, HUT ke 393 Karawang Angkat Helaran Budaya 4 Era SejarahIniah Penampakan Predator Anak Saat akan Beraksi, Berkedok Ojol Cabuli Bocah Perempuan
” Jadi event olahraga ini dalam rangka melestarikan, mengembangkan, serta meningkatkan minat pelajar terhadap olahraga tradisional sebagai bagian dari budaya dan kearifan lokal,” kata Mang Odik, Jum’at (18/9/26).
Ia mengatakan, dalam workshop ini para Guru PJOK mendapatkan arahan dan bimbingan dari Nara Sumber Workshop Prof. Dr. Dindin Abidin, S.Pd., M.Pd., AIFO. dan Mia Kusumawati, S.Pd., M.Pd.
” Iya jadi dalam workshop ini ada teori dan praktik mengenai cabang-cabang olahraga yang nanti akan di perlombakan pada pekan olahraga tradisional,” ucapnya.
Cabang olahraga yang nantinya akan di perlombakan dalam Portadnas ini diantaranya, Egrang, Terompah Panjang/Bakiak, Hadang/Gobak Sodor, Dagongan dan Sumpitan.
Event yang akan dilaksanakan pada 10-11 Oktober 2026 ini dipusatkan di Stadion Mini Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara. Adapun pesertanya pelajar kelas 3 hingga 6 SD Negeri dan Swasta di Kabupaten Bekasi.
” Tentunya kami berharap dengan adanya event olahraga tradisional ini berdampak positif bagi tumbuh kembang anak dan pelestarian budaya. Anak-anak dapat mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan leluhur seperti egrang, bakiak, tari lari, atau permainan bentengan di tengah gempuran permainan digital (game online),” pungkasnya. (mil)
