Campurkan cuka dengan air sesuai kebutuhan pekerjaan pembersihan, kemudian gunakan kain untuk mengelap permukaan yang sesuai.
EPA juga mencantumkan cuka atau lemon sebagai alternatif untuk pembersihan kaca dan sejumlah permukaan rumah.
Sebelum menggunakannya, pastikan permukaan memang aman terkena cuka karena bahan asam dapat merusak material tertentu.
5. Gunakan Lemon untuk Membantu Mengurangi Aroma
Lemon memiliki aroma segar sehingga sering dimanfaatkan dalam pembersihan rumah.
Baca Juga:14 Perbedaan AMOLED dan IPS LCD, Jangan Asal Pilih Layar HP Sebelum Tahu Bedanya17 Tips Mengatur Uang Anak Kos agar Tak Boncos Sebelum Akhir Bulan, No 16 Sering Disepelekan!
Potongan atau perasan lemon dapat digunakan dalam beberapa kebutuhan pembersihan, termasuk untuk membantu menghilangkan aroma yang tertinggal pada permukaan tertentu.
EPA juga mencantumkan lemon juice sebagai alternatif bahan pembersih dalam beberapa pekerjaan rumah tangga.
6. Bersihkan Saluran Air yang Mengeluarkan Bau
Bau dari wastafel atau saluran pembuangan biasanya tidak akan hilang hanya dengan menyemprotkan pengharum ruangan.
Periksa apakah terdapat sisa makanan, lemak atau kotoran yang menyumbat saluran.
Untuk saluran yang tersumbat, EPA merekomendasikan penggunaan alat mekanis seperti plunger atau plumber’s snake sebagai alternatif daripada langsung menggunakan bahan kimia pembersih saluran.
7. Jangan Biarkan Sisa Makanan Mengendap
Sisa makanan merupakan salah satu sumber bau yang paling mudah berkembang, terutama jika dibiarkan dalam kondisi lembap dan hangat.
Buang makanan yang sudah tidak layak, bersihkan wadah makan dan segera lap tumpahan yang masuk ke meja atau lantai.
Baca Juga:Rekomendasi 11 Tempat Melihat Sunset di Tambun Selatan, Tak Perlu Jauh-Jauh Cari Senja Cantik14 Tempat Praktik Dokter Gigi di Tambun Selatan, Pilihannya Makin Banyak dan Tak Harus ke Bekasi Kota
Semakin cepat sumber bau dibersihkan, semakin kecil kemungkinan aroma tersebut menyebar ke seluruh ruangan.
8. Jemur Karpet yang Lembap
Karpet lembap dapat menimbulkan aroma apek, terutama jika tidak segera dikeringkan.
Jika memungkinkan, angkat karpet dan keringkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Setelah kering, bersihkan debu dan kotoran yang menempel.
Untuk karpet kering, baking soda juga dapat digunakan sebagai deodorizer sebelum kemudian disedot menggunakan vacuum cleaner.
9. Cuci dan Keringkan Keset Kamar Mandi
Keset yang terus-menerus basah bisa menjadi sumber aroma tidak sedap.
Cuci secara berkala dan jangan langsung menumpuk keset dalam kondisi lembap. Setelah dicuci, keringkan sampai benar-benar tidak menyisakan kelembapan.
Kamar mandi juga perlu memiliki sirkulasi udara yang baik agar kelembapan tidak terus terperangkap.
