KBEONLINE.ID — Menjadi anak kos berarti harus belajar mengatur berbagai kebutuhan dengan uang yang tersedia.
Mulai dari membayar sewa kamar, makan setiap hari, transportasi, pulsa, laundry, hingga kebutuhan kuliah atau pekerjaan.
Masalahnya, uang yang terlihat banyak di awal bulan bisa tiba-tiba menipis ketika memasuki minggu ketiga.
Baca Juga:Rekomendasi 11 Tempat Melihat Sunset di Tambun Selatan, Tak Perlu Jauh-Jauh Cari Senja Cantik14 Tempat Praktik Dokter Gigi di Tambun Selatan, Pilihannya Makin Banyak dan Tak Harus ke Bekasi Kota
Pengeluaran kecil seperti kopi, camilan, ongkos tambahan, pesan makanan secara online, atau nongkrong beberapa kali dalam seminggu sering kali tidak terasa. Jika dikumpulkan, nominalnya bisa cukup besar.
Sejumlah panduan keuangan terbaru juga menekankan pentingnya membuat anggaran, menentukan prioritas, mencatat pengeluaran, serta membatasi belanja yang tidak diperlukan.
Berikut 17 tips mengatur uang anak kos agar tak boncos sebelum akhir bulan yang bisa diterapkan.
1. Hitung Uang yang Benar-Benar Bisa Dipakai
Begitu menerima uang bulanan, jangan langsung menganggap seluruh nominal tersebut sebagai uang belanja.
Kurangi terlebih dahulu biaya kos, tagihan, transportasi, kebutuhan kuliah atau kerja, serta kewajiban lainnya.
Dengan begitu, kamu mengetahui berapa sebenarnya uang yang boleh digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
2. Pisahkan Uang Kos dan Tagihan di Awal Bulan
Biaya kos sebaiknya langsung diamankan ketika uang bulanan diterima.
Hal yang sama berlaku untuk listrik, internet, air, atau tagihan lain yang menjadi tanggungan.
Baca Juga:14 Toko Pakaian Murah di Tambun Selatan, Berburu Outfit Kekinian Tak Perlu Bikin Dompet Menipis!Rekomendasi 14 Laundry Kiloan di Tambun Selatan, Cucian Menumpuk Tak Lagi Jadi Masalah!
Jangan menunggu akhir bulan untuk membayar kebutuhan tersebut karena uangnya bisa terlanjur digunakan untuk keperluan lain.
3. Bagi Uang Menjadi Jatah Mingguan
Daripada memegang seluruh uang untuk kebutuhan harian selama sebulan, coba bagi menjadi empat atau lima jatah mingguan.
Misalnya, setelah kebutuhan wajib disisihkan, uang untuk makan dan kebutuhan harian dibagi berdasarkan jumlah minggu dalam sebulan.
Cara ini membuat pengeluaran lebih mudah dikontrol. Ketika jatah minggu pertama sudah habis, kamu akan lebih berhati-hati sebelum mengambil uang untuk minggu berikutnya.
4. Catat Pengeluaran, Sekecil Apa Pun
Rp5.000 atau Rp10.000 mungkin terlihat kecil.
Namun, jika pengeluaran tersebut terjadi setiap hari, jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu rupiah dalam sebulan.
Catat pembelian makanan, kopi, ongkos, pulsa, laundry, hingga transaksi kecil lainnya. Tidak harus menggunakan aplikasi khusus karena catatan di ponsel pun sudah cukup.
