KBEONLINE.ID KARAWANG – Nasional Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Karawang resmi menjalin kemitraan strategis dengan Program Studi Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA). Kolaborasi ini difokuskan pada penerapan sport science untuk mematangkan persiapan para atlet disabilitas menjelang Pekan Paralimpik Daerah (PEPARDA) 2026 Jawa Barat di Bandung.
Melalui kerja sama ini, akademisi UNSIKA memberikan pendampingan berbasis sains secara menyeluruh. Dukungan tersebut mencakup tim kepelatihan untuk sejumlah cabang olahraga unggulan seperti atletik, bulu tangkis, renang, tenis meja, dan voli duduk serta tim analisis pertandingan. Selain itu, diterjunkan pula tim psikologi olahraga untuk memelihara mental tanding atlet, beserta tim pemulihan (recovery) yang bertugas menjaga kebugaran fisik dan meminimalkan risiko cedera.
Koordinator Program Studi Ilmu Keolahragaan FIKES UNSIKA, Dr. Habibi Hadi Wijaya, menyatakan bahwa keterlibatan pihak kampus merupakan wujud nyata pengabdian akademisi dalam memajukan olahraga disabilitas di daerah.
Baca Juga:Lima Desa di Cibarusah Terdampak Kekeringan, PGRI Salurkan Ribuan liter Air Bersih dan 600 Air Mineral GalonAbaikan Isyarat Peringatan, Pemotor Nyaris Tertimpa Musibah Usai Tersenggol Kereta di Cikampek
“Salah satu peran akademisi dalam masyarakat, khususnya di Kabupaten Karawang, adalah turut serta dalam pengembangan NPCI. Saat ini, Ilmu Keolahragaan melibatkan mahasiswa dan dosen secara langsung untuk mendampingi atlet disabilitas menghadapi PEPARDA 2026 di Bandung,” tegas Habibi, Kamis (24/9).
Ia menambahkan, pendekatan sport science akan mentransformasi metode pemusatan latihan menjadi lebih modern, terukur, dan efisien.
Langkah ini mendapat apresiasi positif dari Ketua NPCI Kabupaten Karawang. Pihaknya menilai sentuhan sains sangat krusial untuk mendongkrak performa para atlet di arena kompetisi nanti.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi sangat kami butuhkan saat ini. Kami tidak hanya memerlukan semangat tanding, tetapi juga pendampingan ilmiah agar para atlet mampu meraih prestasi maksimal pada PEPARDA 2026,” tuturnya.(aufa)
