KBEOnline.id, JAKARTA – Kobaran api dan ancaman kabut asap tebal akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melanda sejuta hektar kawasan di Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Merespons kondisi darurat tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bergerak cepat menerjunkan tim khusus Baznas Tanggap Bencana (BTB) ke 12 titik api paling krusial.
Tidak hanya berfokus menyiram titik api, Baznas mengambil langkah holistik: melindungi paru-paru warga dan menjaga fisik para pejuang pemadam api di garda depan.
Baca Juga:Konektivitas LRT Jabodebek dan Whoosh Kian Solid, Jadwal Keberangkatan Pukul 05.30 WIB DiperpanjangPerkuat Rantai Pasok Nasional! KAI Logistik Uji Coba Pengiriman Hasil Tani Banyuwangi-Jakarta via Kereta
“Penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Kami juga berupaya memenuhi kebutuhan dasar petugas dan relawan serta membantu masyarakat yang terdampak asap,” ungkap Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, Selasa.
51 Personel Terlatih Dikerahkan
Sebanyak 51 personel terlatih BTB diterjunkan langsung membawa perlengkapan taktis, didukung 1 mobil rescue, 7 mobil operasional, dan 2 sepeda motor untuk menembus medan-medan sulit di kawasan:
- Banjarbaru (Kalsel): Jalan Golf Ujung & Jalan Lingkar Selatan
- Kubu Raya (Kalbar): Desa Parit Baru & Desa Wonodadi 2
- Palangka Raya & Kotim (Kalteng): Jalan Alson 3 & area sekitar
- Titik Lain: Kutai Timur, Berau, hingga Mamuju Tengah
Siapkan Dapur Air hingga Rumah Sehat Oksigen
Memahami tingginya risiko ISPA (Infeeksi Saluran Pernapasan Akut) dan dehidrasi di lokasi bencana, Baznas menghadirkan berbagai benteng perlindungan bagi warga dan relawan:
- Rumah Sehat Oksigen di Palangka Raya: Disiapkan khusus sebagai fasilitas pertolongan pertama bagi warga yang mengalami sesak napas akibat pekatnya kabut asap.
- 13 Dapur Air dan Suplemen: Menyuplai air bersih, makanan siap saji, dan multivitamin di area terdampak seperti Samuda (Kotim) dan Kelurahan Raja (Pangkalan Bun).
- Garda Masker di 27 Lokasi: Pembagian masker secara masif di permukiman warga, sekolah-sekolah, hingga pondok pesantren.
- Krisis Air Bersih Ditangani: Penyaluran air bersih disebar ke 9 titik rawan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan (termasuk Ogan Ilir & Banyuasin).
Misi Kemanusiaan Berkelanjutan
Aksi tanggap bencana yang dimotori Baznas ini telah berlangsung sejak 28 Juli 2026 dan dipastikan akan terus berlanjut hingga kondisi udara serta lingkungan kembali aman.
