Beban yang terlalu besar juga dapat memengaruhi pengendalian motor.
Perhatikan kapasitas kendaraan dan jangan menjadikan motor sebagai kendaraan angkut melebihi kemampuan yang ditentukan pabrikan.
4. Kurangi Kebiasaan Mengerem Mendadak
Pengereman keras yang dilakukan berulang kali dapat mempercepat keausan permukaan ban.
Kebiasaan berkendara yang lebih halus dapat membantu mengurangi gesekan berlebihan antara ban dan aspal.
Baca Juga:Sepatu Kusam Jangan Langsung Dibuang! Ini 11 Tempat Cuci Sepatu di Jakasetia BekasiJangan Cuma Dipanaskan! Ini 13 Cara Merawat Motor yang Jarang Dipakai
Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan sehingga pengendara memiliki waktu lebih panjang untuk memperlambat laju tanpa harus mengerem secara tiba-tiba.
5. Hindari Akselerasi Kasar
Memutar gas secara agresif, terutama ketika roda belakang mendapatkan beban besar, dapat membuat ban bekerja lebih keras.
Akselerasi yang dilakukan secara bertahap bukan hanya membuat perjalanan lebih nyaman, tetapi juga membantu mengurangi tekanan berlebihan pada ban.
Kebiasaan ini semakin penting bagi pengendara yang menggunakan motor setiap hari di jalan perkotaan.
6. Jangan Sering Hantam Lubang dengan Kecepatan Tinggi
Jalan berlubang dapat memberikan benturan keras pada ban dan velg.
Jika lubang tidak bisa dihindari, kurangi kecepatan sedini mungkin dan tetap kendalikan motor dengan baik.
Benturan keras yang berulang dapat menyebabkan kerusakan pada ban maupun velg. Velg yang bermasalah bahkan dapat menjadi salah satu sumber kebocoran halus pada ban tubeless.
7. Periksa Ban dari Benda Tajam
Luangkan waktu untuk melihat permukaan ban secara berkala.
Paku, kawat, serpihan logam, atau benda tajam lainnya terkadang dapat menancap tanpa langsung membuat ban kehilangan banyak tekanan.
Baca Juga:Tak Perlu Muter-muter Cari Ekspedisi, Ini 13 Tempat Kirim Paket di Jatisampurna BekasiSepatu Mulai Kusam dan Bau? Ini 13 Tempat Cuci Sepatu di Setu Bekasi yang Bisa Dicoba
Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan ketika ban mulai sering kekurangan angin.
Jika menemukan benda tajam yang menancap, jangan asal mencabutnya di tempat. Lebih aman memeriksakannya ke bengkel ban untuk mengetahui apakah sudah terjadi kebocoran.
8. Perhatikan Pola Keausan Ban
Jangan hanya melihat apakah ban sudah botak atau belum. Perhatikan juga bagian mana yang mengalami keausan.
Keausan yang hanya terjadi di bagian tertentu dapat menjadi tanda adanya masalah pada tekanan angin, kondisi roda, atau komponen lain.
Jika permukaan ban aus secara tidak wajar, jangan langsung mengganti ban tanpa mencari penyebabnya. Ban baru pun dapat mengalami masalah yang sama apabila sumber persoalannya tidak diperbaiki.
