CIMB Niaga juga mempertahankan posisi likuiditas dan permodalan yang solid, dengan rasio CAR sebesar 23,7 persen dan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 87,7 persen.
Untuk menjaga kinerja ke depan, perseroan akan berfokus pada penguatan kualitas aset, pertumbuhan kredit secara selektif, optimalisasi komposisi pendanaan, peningkatan pendapatan berbasis komisi, serta pengendalian biaya operasional.
Strategi tersebut sejalan dengan implementasi Forward30 yang diarahkan untuk memperkuat fundamental dan kapabilitas bank dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Pembiayaan Syariah dan Berkelanjutan Terus Diperkuat
Baca Juga:Tim Bimantara Unsika Raih Juara Harapan 1 Drone Innovation di Ajang Internasional ERIC 2026Sungai Citarum Tanjungpura Karawang Menghitam, Ribuan Ikan Mabuk Diduga Akibat Pencemaran Limbah
Unit Usaha Syariah CIMB Niaga juga mempertahankan posisinya sebagai salah satu unit usaha syariah terbesar di Indonesia. Hingga akhir September 2026, total pembiayaan CIMB Niaga Syariah mencapai Rp49,4 triliun, sementara dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp52,5 triliun.
Perseroan terus mengoptimalkan komposisi portofolio pembiayaan dengan meningkatkan fokus pada segmen bisnis yang menawarkan imbal hasil lebih baik. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat profitabilitas sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Selain itu, CIMB Niaga memperkuat komitmen terhadap pembiayaan berkelanjutan. Hingga sembilan bulan pertama 2026, total pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp65 triliun atau setara 26,6 persen dari keseluruhan portofolio pembiayaan bank.
Penyaluran tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap pembiayaan terkait keberlanjutan (sustainability-linked financing), produk ramah lingkungan dan efisien sumber daya, serta sektor transportasi berkelanjutan.
Perseroan juga terus menerapkan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) sebagai landasan dalam menilai dan mengklasifikasikan kegiatan ekonomi berkelanjutan. Penerapan ini melengkapi kerangka Green, Social and Sustainable Impact Products and Services (GSSIPS) yang dimiliki bank.
90 Persen Transaksi Nasabah Dilakukan Secara Digital
Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama CIMB Niaga dalam meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, sebanyak 90 persen transaksi nasabah telah dilakukan melalui kanal digital.
Salah satu layanan yang terus dikembangkan adalah OCTO, platform perbankan digital yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan keuangan, mulai dari transaksi harian, tabungan, pembayaran tagihan, hingga investasi.
Baca Juga:Serentak, Jambore Ranting Tingkat Kabupaten Bekasi 2026 Resmi DibukaCIMB Niaga Raih Dua Penghargaan Internasional di Bidang Pembiayaan Hijau
Melalui OCTO, nasabah dapat melakukan transfer dana, pembayaran menggunakan QRIS di dalam maupun luar negeri, pengisian saldo dompet digital, serta pembayaran berbagai tagihan. Platform ini juga menyediakan akses investasi, termasuk reksa dana, Surat Berharga Negara (SBN), obligasi korporasi, dan emas.
