Kenali Indikator Anak Mengalami Stunting dan Gizi Buruk untuk Mendeteksi Sejak Dini

Indikator Anak Mengalami Stunting dan Gizi Buruk (Foto: Pediasure.co.id)
Indikator Anak Mengalami Stunting dan Gizi Buruk (Foto: Pediasure.co.id)
0 Komentar

Lebih jelasnya berikut perbedaan stunting dan gizi buruk

Berdasarkan ciri-ciri

Gizi Buruk: Gejalanya termasuk kulit yang kering, kehilangan lemak di bawah kulit, serta mengecilnya otot. Pada tahap yang lebih lanjut, perut anak bisa membesar.

Stunting: Dikenali dari pertumbuhan yang terhambat, tubuh yang lebih pendek, dan penampilan yang terlihat lebih muda daripada teman sebayanya. Anak yang mengalami stunting sering kali mengalami pubertas yang terlambat.

Faktor penyebab

Gizi Buruk: Terjadi karena kekurangan asupan gizi dalam waktu singkat.

Baca Juga:Tips Menjaga Imun Tubuh Anak agar Tidak Mudah SakitBisa Sebabkan Sakit, Kenali 5 Ciri-ciri Imun Tubuh Anak Menurun Yuk Bun!

Stunting: Biasanya disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka panjang, terutama selama 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Dampak yang terjadi

Gizi Buruk: Mengakibatkan infeksi karena menurunnya sistem kekebalan tubuh dan memiliki dampak pada kecerdasan. Secara kronis, dapat menyebabkan pertumbuhan terhenti secara prematur, wasting, dan stunting.

Stunting: Menyebabkan gangguan metabolisme, penurunan kekebalan tubuh, dan ukuran fisik yang tidak optimal.

Berdasrkan gejala yang timbul

Gejala Stunting:

  • Anak memiliki tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak sebaya.
  • Proporsi tubuh relatif normal, tetapi anak tampak lebih kecil atau lebih muda dari usianya.
  • Berat badan anak rendah untuk usianya.
  • Pertumbuhan tulang tertunda.

Gejala Gizi Buruk:

  • Rendahnya Berat Badan: Anak memiliki berat badan yang jauh di bawah standar normal untuk usia mereka.
  • Pertumbuhan Fisik Terhambat: Pertumbuhan anak terjadi lebih lambat dibandingkan dengan anak-anak seusianya.
  • Kulit dan Rambut Tidak Sehat: Kulit bisa mengalami kekeringan dan bersisik, sementara rambut cenderung menjadi tipis, rapuh, dan mudah rontok.
  • Pembesaran Perut: Dalam kasus gizi buruk yang parah, anak bisa mengalami pembesaran perut.
  • Kekurangan Energi dan Kehilangan Semangat: Anak sering terlihat lemah dan kekurangan energi untuk bermain atau beraktivitas.
  • Sistem Kekebalan Tubuh yang Rentan: Anak lebih mudah terkena infeksi dan penyakit karena sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Kesulitan Konsentrasi dan Pembelajaran: Kekurangan nutrisi dapat mempengaruhi fungsi otak, menyebabkan anak kesulitan belajar dan berkonsentrasi.
  • Iritabilitas dan Perubahan Mood: Anak mungkin menunjukkan tanda-tanda murung atau mudah marah.
  • Keterlambatan Perkembangan Mental dan Motorik: Anak mungkin mengalami keterlambatan dalam mencapai tahapan perkembangan seperti berjalan atau berbicara.
  • Pembengkakan pada Bagian Tubuh: Dalam beberapa kasus, kekurangan nutrisi tertentu dapat menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh seperti kaki dan tangan.
0 Komentar