Dari jumlah tersebut, sekitar 65 kegiatan terkait dengan normalisasi sungai dan jalur air, sedangkan sisanya mencakup pelebaran jalan dan pemasangan turap.
Henri Lincoln menjelaskan, meski tidak seluruh kegiatan normalisasi berjalan dengan kecepatan yang sama, beberapa titik proyek sudah mendekati 100 persen.
Secara rata-rata, ia memperkirakan sekitar 40 persen dari total kegiatan sudah selesai atau sedang dalam proses.
Baca Juga:Lahan Eks Bangli Bakal Disulap Jadi Tempat Kuliner! Tapi Anggarannya Masih Nol?Anak Nakal di Bekasi Siap-Siap Masuk Barak, Bupati: Tawuran? Kita Garap!
“Beberapa proyek sudah memasuki tahap akselerasi, ada juga yang sedang melakukan sosialisasi di lapangan,” ujar Henri.
Proyek-proyek ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.
Henri juga menjelaskan bahwa anggaran untuk tahun 2025, yang mencakup pembangunan bendung, turap, dan ruang lewati, diperkirakan mencapai sekitar Rp 300 miliar.
“Anggaran ini akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas penanganan air di berbagai titik rawan banjir dan memperbaiki infrastruktur air yang ada,” tandas Henri. (Iky)