KBEonline.id — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang dipimpin oleh Fedi Yusuf Sugianto kembali mengikuti kegiatan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) di Kecamatan Telukjambe Timur pada Selasa 11 November 2025.
Tahun ini menjadi keikutsertaan keempat PKBM dalam kegiatan tersebut. Pada kesempatan ini, PKBM menghadirkan demonstrasi perawatan kulit sebagai bagian dari pengenalan kompetensi siswa-siswinya kepada masyarakat.
Fedi menjelaskan bahwa para siswa dari program kecantikan kulit, yang sebelumnya mendapatkan pendidikan gratis dari Pemerintah Kabupaten Karawang melalui kerja sama dengan lembaga LP3I dan Varina, telah menyelesaikan pelatihan mereka.
Baca Juga:Anak Disabilitas Korban Penganiyaan di Cilamaya Masih Koma di RSUD, Tim Hukum Lapor ke Polres KarawangPemkot Bekasi Siapkan Rp 12.9 Miliar untuk Sewa Mobil Listrik Pengganti Mobil Dinas
“Untuk menambah wawasan sekaligus memperkuat kompetensi praktis, para siswa diberi kesempatan menampilkan kemampuan mereka melalui sesi demonstrasi di hadapan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, demonstrasi ini memiliki dua tujuan utama: menambah pengetahuan masyarakat mengenai perawatan kulit serta meningkatkan keterampilan para siswa dalam menangani berbagai permasalahan kulit.
Ia menyampaikan, kegiatan serupa belum pernah dilakukan tahun sebelumnya sehingga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pengenalan karakter kulit bagi warga.
Fedi menambahkan, PKBM akan melihat terlebih dahulu antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini.
Jika responsnya positif, tidak menutup kemungkinan akan dibuat momen pelayanan khusus di sekolah, yang pelaksanaannya dapat dibuka atas dasar permintaan masyarakat.
“Kegiatan facial yang ditampilkan pada Paten kali ini merupakan yang pertama dilakukan oleh PKBM. Ke depannya, PKBM berencana tidak hanya memperkenalkan kompetensi di bidang kecantikan, tetapi juga menonjolkan capaian lain, termasuk dalam layanan pendidikan kesetaraan yang mengalami kemajuan signifikan,” ungkapnya.
Selain itu, Fedi turut menyinggung perkembangan kemitraan dengan perguruan tinggi.
Ia menyebutkan bahwa kerja sama dengan Universitas Buana Perjuangan (UBP) telah menghasilkan banyak peserta didik, baik reguler maupun nonreguler.
Baca Juga:7 Jenis Lomba di Gebyar KOSN, dari Seni sampai Olahraga TradisionalTETAP DITOLAK WARGA, Kasus Pagar Laut di Bekasi Belum Surut, Proyek Masih Terpaut Izin
Namun, untuk Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), keterlibatan masih terbatas pada sistem mandiri dan belum pada skala nasional.
Dalam konteks layanan pendidikan kesetaraan, Fedi menegaskan bahwa PKBM berkomitmen memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai permintaan.
Ia berharap PKBM tidak hanya menjadi pengganti pendidikan formal, tetapi menjadi alternatif pilihan yang setara dan memiliki nilai tambah bagi peserta didik.
