Kursi Kosong, Oknum Bermain

Ilustrasi Kursi Kosong
Ilustrasi Kursi Kosong, Oknum Bermain. (Istock)
0 Komentar

Ini bukan sekadar ironi. Ini adalah risiko. Karena tanpa pengawasan yang kuat, berbagai potensi penyimpangan akan sulit terdeteksi sejak dini.

Lebih jauh, kondisi ini juga menjadi ujian bagi komitmen reformasi birokrasi di daerah. Apakah prinsip merit system benar-benar dijalankan? Apakah pengisian jabatan benar-benar berbasis kompetensi? Ataukah masih ada faktor lain yang lebih dominan?

Pertanyaan ini penting, karena masa depan birokrasi ditentukan oleh siapa yang memimpinnya hari ini.

Baca Juga:Satu Hari, Laka Beruntun dan Laka Maut di Jalan Inspeksi Kalimalang BekasiSIKAT! 20+ Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 April 2026 Lengkap Syarat Klaim, Dapatkan Ribuan Gems Gratis

Kabupaten Bekasi bukan daerah kecil. Dengan jumlah penduduk yang besar, kawasan industri yang luas, dan dinamika sosial yang kompleks, daerah ini membutuhkan birokrasi yang kuat, solid, dan responsif. Tidak cukup hanya berjalan, tapi harus mampu berlari. Tidak cukup hanya mengikuti, tapi harus mampu memimpin.

Untuk itu, kepemimpinan definitif di setiap OPD menjadi keharusan.

Plt tidak bisa menjadi solusi jangka panjang. Ia hanya jembatan. Dan jembatan tidak dibangun untuk ditinggali, tapi untuk dilalui.

Pada akhirnya, dua fenomena ini Plt berjamaah dan oknum penyidik palsu harus dilihat sebagai alarm. Alarm bahwa ada yang perlu diperbaiki. Alarm bahwa sistem perlu diperkuat. Alarm bahwa kepercayaan publik harus dijaga.

Karena dalam pemerintahan, kepercayaan adalah segalanya.

Tanpa kepercayaan, program sehebat apa pun akan sulit diterima. Tanpa kepercayaan, kebijakan sebaik apa pun akan dipertanyakan. Dan tanpa kepercayaan, birokrasi akan kehilangan legitimasinya.

Kabupaten Bekasi saat ini berada di titik penting. Antara melanjutkan kondisi yang serba sementara, atau mengambil langkah tegas untuk memperbaiki.

Pilihan itu ada di tangan pemerintah daerah. Namun satu hal yang pasti, publik tidak akan diam. Mereka melihat, mereka menilai, dan mereka menunggu.

Menunggu kepastian. Menunggu ketegasan. Menunggu bukti bahwa birokrasi benar-benar bekerja untuk mereka.

Baca Juga:DPRKP Karawang Kembangkan Aplikasi SIIMAH, Perkuat Digitalisasi Layanan PerumahanPKB Kabupaten Bekasi Digenjot Turun ke Jalan, Tinggalkan Politik ‘Ongkang-Ongkang’ Kaki

Karena jika yang sementara terus dibiarkan, ia akan berubah menjadi permanen. Dan jika celah terus terbuka, maka oknum akan selalu menemukan jalan. Di situlah persoalan sebenarnya bermula. (***)

0 Komentar