KBEonline.id, BEKASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada menghadapi peralihan musim, meski wilayah ini diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April hingga Juni 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan bahwa berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026.
Namun demikian, kondisi cuaca saat ini masih menunjukkan adanya hujan di sejumlah wilayah. Hal ini menjadi perhatian karena Kabupaten Bekasi masih berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi.
Baca Juga:Polres Karawang Gencarkan Pemberantasan OKT, Puluhan Ribu Butir Obat Keras DisitaBirokrasi Pemkab Bekasi Ditopang Pelaksana Tugas
“Berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/Kep.508-BPBD/2025, status siaga darurat bencana banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, dan tanah longsor berlaku hingga 30 April 2026,” ujar Dodi Supriadi kepada Cikarang Ekspres, Selasa (14/04).
Dengan kondisi tersebut, masyarakat Kabupaten Bekasi diminta agar tidak lengah terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi di masa peralihan musim.
BPBD Kabupaten Bekasi juga mengeluarkan sejumlah imbauan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Masyarakat diminta bijak dalam penggunaan air bersih, termasuk menghemat pemakaian dan segera memperbaiki kebocoran.
Warga juga turut diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Untuk pencegahan kebakaran warga dihimbau tidak melakukan pembakaran lahan, sampah, atau membuang puntung rokok sembarangan, karena risiko kebakaran meningkat tinggi,” kata Dodi.
Di sektor pertanian, petani dihimbau untuk mulai menyesuaikan pola tanam dengan menggunakan varietas tanaman yang tahan kekeringan serta mengoptimalkan pengelolaan air.
“Petani dihimbau menggunakan varietas padi atau tanaman yang tahan kekeringan, mengatur jadwal tanam, dan mengoptimalkan pengolahan air,” ucapnya.
Baca Juga:Skema Angsuran KUR BNI 2026 Plafon Rp500 Juta, Solusi Modal Usaha dengan Proses MudahDownload Gratis! 20+ Kartu Ucapan Hari Kartini 2026, Cocok untuk Caption Medsos
Upaya menjaga lingkungan juga menjadi perhatian, di antaranya dengan mempertahankan pohon lindung di sekitar permukiman serta berpartisipasi dalam program pelestarian lingkungan.
“Upaya menjaga lingkungan harus menjadi perhatian bersama, di antaranya dengan mempertahankan pohon lindung di sekitar permukiman serta aktif dalam program pelestarian lingkungan,” imbuhnya.
