KBEonline.id – Upaya menghadirkan pengalaman menginap yang lebih dari sekadar fasilitas terus dilakukan oleh Brits Hotel Karawang. Kali ini, hotel yang dikenal sebagai community hub tersebut menggandeng Sanggar Tari Puspawangi dalam sebuah kolaborasi yang mengangkat seni tari tradisional khas Karawang.
General Manager Brits Hotel Karawang, Pak Zikri, menyampaikan bahwa kolaborasi ini lahir dari visi hotel untuk menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna bagi setiap tamu. Tidak hanya sebagai tempat menginap, Brits Hotel ingin menjadi ruang yang hidup dan memiliki kedekatan dengan budaya lokal.
“Kolaborasi ini berangkat dari keinginan kami untuk tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga ruang yang bisa menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna. Karawang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, dan kami melihat Sanggar Tari Puspawangi sebagai salah satu representasi yang konsisten melestarikan seni tari tradisional,” ujarnya.
Baca Juga:Bacok Korban Gagal Kabur, Begal di Batujaya Remek Dihajar MassaKarawang Perkuat Strategi Penanganan Stunting 2027, TPK Jadi Garda Terdepan
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen hotel dalam mendukung komunitas lokal sekaligus memperkenalkan identitas budaya Karawang kepada masyarakat luas, termasuk para tamu yang datang dari berbagai daerah.
Dari sisi operasional, Executive Assistant Manager Brits Hotel Karawang, Dinto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya sebatas menghadirkan pertunjukan tari, tetapi dikemas secara lebih interaktif dan dekat dengan tamu.
“Ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan kami dalam mendukung komunitas di Karawang melalui konsep hospitality as community hub. Kolaborasi ini kami perluas hingga ke unsur kebudayaan, khususnya seni tari Jaipong,” jelasnya.
Berbeda dari pertunjukan pada umumnya, aktivitas yang dihadirkan di area hotel dibuat lebih natural dan menyatu dengan suasana. Mulai dari sesi latihan, penampilan individu hingga kelompok, semuanya dikonsep untuk menciptakan interaksi yang lebih hangat antara penari dan tamu.
Tidak hanya menjadi penonton, para tamu juga diberi kesempatan untuk mencoba langsung gerakan tari bersama tim sanggar. Hal ini diharapkan mampu menciptakan kedekatan emosional sekaligus menghilangkan batas antara penampil dan penikmat seni.
“Ini adalah nilai hospitality yang ingin kami bangun, di mana komunitas menjadi pusatnya. Kami ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan langsung oleh tamu,” tambahnya.
