Karawang Perkuat Strategi Penanganan Stunting 2027, TPK Jadi Garda Terdepan

Strategi Penanganan Stunting 2027
Karawang Perkuat Strategi Penanganan Stunting 2027, TPK Jadi Garda Terdepan. --KBEONLINE
0 Komentar

KARAWANG, KBEonline.id – Pemerintah Kabupaten Karawang mulai mematangkan strategi percepatan penurunan stunting untuk tahun pembangunan 2027. Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, langkah yang ditempuh kini semakin terarah dengan mengoptimalkan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai ujung tombak di lapangan.

Plt Kepala DPPKB Karawang, Imam Al Husaeri Bahanan, menyampaikan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Bupati Karawang selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Ia menekankan bahwa percepatan penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

“Semua OPD yang tergabung dalam TPPS didorong untuk berkontribusi. Ini bukan hanya tanggung jawab satu dinas, melainkan kerja bersama,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga:Disperindagkop UKM Karawang Dorong Koperasi sebagai instrumen Penggerak Ekonomi KeluargaTerobosan Nasional Dalam Penyediaan Hunian Berkualitas dan Terjangkau Bagi MBR

Saat ini, DPPKB mengandalkan sekitar 5.673 kader TPK yang tersebar di seluruh desa di Karawang. Para kader tersebut aktif mendampingi kelompok yang berisiko mengalami stunting, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, hingga balita.

Pendampingan yang dilakukan tidak sebatas sosialisasi, tetapi juga mencakup edukasi, pemantauan, serta pencatatan perkembangan berbasis digital. Upaya ini dilakukan untuk memastikan intervensi yang tepat sasaran.

Untuk menunjang kinerja para kader, dukungan operasional juga diberikan melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Setiap kader TPK memperoleh bantuan pulsa sebesar Rp100 ribu per bulan selama 10 bulan.

Insentif tersebut diharapkan mampu menjaga semangat dan konsistensi kader dalam melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat di tingkat desa.

Di sisi lain, proses pendampingan kini telah terintegrasi dengan platform ELSIMIL. Sistem ini memungkinkan pencatatan data secara real-time, mulai dari kondisi calon pengantin hingga perkembangan balita.

Melalui pendekatan berbasis data tersebut, pemerintah menargetkan dapat mencegah munculnya kasus stunting baru sejak tahap awal.

Selain itu, TPK juga dilibatkan dalam mendukung program kesehatan yang dijalankan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, termasuk penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal di Posyandu.

Baca Juga:Tiga Resep Nasi Kuning Pakai Rice Cooker yang Mudah dan Simpel, Anak Kost Wajib Simak!Warga Karawang Bayar Pajak Cukup Lewat Aplikasi Sipakar

“Kolaborasi ini terus kami dorong agar penanganan stunting bisa berjalan lebih cepat dan berkelanjutan,” tutup Imam.(Aufa)

0 Komentar