KBEonline.id- Persidangan kasus ijon proyek di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bekasi dengan terdakwa Sarjan sebagai seorang pengusaha asal Tambun Utara terus bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Bandung (15/04/2026). Ada pengakuan Sarjan Titip Uang Rp 1 Miliar ke HM Kunang untuk Beli Sarung lebaran.
Sidang hari ini beragendakan pemeriksaan saksi tambahan, salah satunya Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang yang juga berstatus tersangka dan ayahnya, HM Kunang atau Abah Kunang. Sidang dipimpin Hakim Ketua Novian Saputra.
Dalam persidangan, Ade Kuswara mengaku kenal dengan terdakwa Sarjan pada 2024 dikenalkan oleh saksi Sugiarto. Ade pun menjelaskan proses perkenalan hingga dia bekerjasama dengan Sarjan dalam sebuah proyek di Bekasi.
Baca Juga:Begini Cara Ade Kunang Terima Duit Rp 8,5 Miliar dari Sarjan, Ternyata Penghubungnya Seorang PolisiDrama Sosial Akses Rumah Ditutup di Tambun, 12 Tahun Menghuni Tiba-tiba Ditembok Sekelompok Orang
“Ya saya dipanggil (Tipikor) sebagai saksi saja. Dan saya sampaikan sama dengan ketika di KPK, tak ada aliran uang ke pak Ono Surono. Soal konferensi daerah (konferda) PDIP tak ada kaitannya dengan Ketua DPD. Saya sampaikan bahwa kasus saya ini tak ada kaitannya dengan partai sama sekali, apalagi kaitan dengan kadernya atau lainnya. Saya selaku bupati sekaligus ketua partai juga di Bekasi. Dan, ketika Konferda PDIP itu semua bergotong royong,” kata Ade selepas persidangan.
Ayah Ade Kuswara, HM Kunang yang dihadirkan pula sebagai saksi di persidangan hari ini pun memberikan kesaksian bahwa dia merupakan seorang pengusaha limbah sisa produksi di Bekasi dengan nama perusahaan PT Komala Agung.
Dia pun mengaku mengenal terdakwa Sarjan yang merupakan seorang kontraktor.
“Ya saya kenal (Sarjan) lama. Tapi, jarang bertemu,” katanya.
Abah Kunang ini pun mengakui menerima uang senilai Rp 1 miliar dari terdakwa Sarjan. Katanya, Sarjan ketika itu pada 2025 menjelang Lebaran, menitipkan uang ke stafnya senilai Rp 1 miliar.
“Staf saya bilangnya Sarjan titip uang buat Abah ya untuk membeli kain (sarung), karena saat itu kan sehabis Pilkada, banyak yang minta tunjangan hari raya (THR) pula ke saya, dan bang Sarjan ini membantu memberikan uang Rp 1 miliar yang dititip ke staf saya. Saya datang ke kantor itu, Sarjan sudah tak ada dan saya sempat hubungi dia menanyakan ini uang apa, jawab Sarjan ya buat abah beli kain,” ujarnya.
