Drama Sosial Akses Rumah Ditutup di Tambun, 12 Tahun Menghuni Tiba-tiba  Ditembok Sekelompok Orang

Jalan rumah ditembok
Meythi sudah tinggal di Desa Sumberjaya ini sejak 15 tahun lalu. Mulanya, ia membeli tanah dari sahabatnya ketika tinggal di Singapura, yakni Ratna.
0 Komentar

KBEonline.id – Nasib miris dialami Meythi Mkna Abas (48), warga Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Rumah yang telah ia huni bersama keluarga sejak 2014 tiba-tiba ditembok oleh sekelompok orang yang mengklaim memiliki hak atas tanah tersebut.

Tembok setinggi sekitar dua meter itu bahkan sempat menutup total akses keluar masuk rumah.

Baca Juga:Ancaman Cuaca Ekstrem dan Gagal Panen, Stok Pangan Kabupaten Bekasi Masuk Level WaspadaTERUNGKAP, Siswi SMA di Cibuaya Korban Pelecehan oleh Gurunya Ternyata Sudah Berhubungan Secara Diam-diam 

Akibatnya, Meythi bersama suami dan dua anaknya yang masih duduk di bangku SMP dan SD tidak dapat beraktivitas normal. Saat ini, akses keluar masuk hanya bisa dilakukan melalui pagar samping yang dibongkar atas saran pihak kepolisian.

Setiap hari, untuk berangkat bekerja dan anaknya sekolah, ia harus melewati celah pagar, bahkan menitipkan kendarannya ditetangga sebelah.

Sebelum pagar rumahnya di tembok hebel pada Jumat (14/4), dua hari sebelumnya yakni Selasa (7/4) ia juga mendapatkan teror. Dimana orang yang mengaku memiliki hak atas tanah bernama Charles mengusir Meythi untuk angkat kaki dari kediamannya.

Puncaknya, terjadi pada Jumat (14/4), dimana usai mediasi di Kantor Kelurahan Sumberjaya, Meythi hendak pulang untuk mengantar anaknya sekolah, namun ketika sampai di depan rumahnya ia melihat, tembok setinggi 2 meter sudah berdiri tegak menutup rumahnya dan melihat sekelompok orang tengah menyantap bubur ayam.

Alhasil anaknya tak bisa berangkat sekolah. Kemudian ia meminta tolong kepada pihak kepolisian untuk memberikan akses keluar masuk rumahnya.

“Disitulah saya nangis, saya panggil anak saya, dia sudah memakai seragam sekolah. Waktu dia menembok, anak saya ada di dalam. Anak saya yang SD baru saya jemput pulang malam hari. Supaya dia gak lihat kejadiannya, pas pulang dia nanya sama ayahnya ‘ayah kenapa itu di tembok’ ayahnya bilang ‘lagi di renovasi’. Saya takut psikologi anak-anak saya terganggu,” ucap Meythi kepada kbeonline.id di Desa Sumberjaya, Selasa (14/4).

Meythi sudah tinggal di Desa Sumberjaya itu sejak 15 tahun lalu. Mulanya, ia membeli tanah dari sahabatnya ketika tinggal di Singapura, yakni Ratna.

Baca Juga:Ngumpet di Gubug Cikampek Barat, Bandar Obat Keras Dawuan Diringkus PolisiPertamina Geothermal Energy -PLN IP Sepakati Tarif Listrik, Proyek Lahendong Bottoming Unit 15 MW Lanjut

Sebelum membeli tanah beserta rumahnya, Meythi sekeluarga menyewa satu tahun rumah milik Ratna seluas 150 meter itu untuk membuat usaha, kemudian pada tahun kedua, ia mulai menyewa secara bulanan Rp 8 juta.

0 Komentar