KBEonline.id- Ancaman anomali cuaca yang tidak menentu mulai berdampak pada sektor pangan di Kabupaten Bekasi. Pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) pun memperkuat strategi guna menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan, di tengah potensi gagal panen dan gangguan distribusi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi, Benny Yulianto Iskandar, menegaskan langkah antisipatif dilakukan pihaknya dengan cara mengedepankan kolaborasi lintas sektor guna memastikan pasokan pangan tetap stabil.
“Upaya yang kami lakukan di antaranya mengurangi risiko gagal panen serta menjaga distribusi pangan tetap lancar melalui kolaborasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas SDABMBK, hingga BULOG. Selain itu, kami memastikan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tetap tersedia,” kata Benny kepada Cikarang Ekspres, Rabu (15/04).
Baca Juga:TERUNGKAP, Siswi SMA di Cibuaya Korban Pelecehan oleh Gurunya Ternyata Sudah Berhubungan Secara Diam-diam Ngumpet di Gubug Cikampek Barat, Bandar Obat Keras Dawuan Diringkus Polisi
Ia menjelaskan, langkah konkret yang ditempuh Dinas Ketahanan Pangan meliputi pemantauan stok produksi dan pasokan pangan secara real time, penguatan infrastruktur air, serta penerapan inovasi dan teknologi pertanian.
Adaptasi pola tanam berbasis iklim juga terus didorong, disertai pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian kepada para petani.
Tak hanya itu, DKP juga memanfaatkan Analisis Sistem Peringatan Dini Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) untuk memantau ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan melalui platform skpg.badanpangan.go.id
“Kami juga melakukan Intervensi cepat seperti penyaluran atau distribusi CPPD, penanganan daerah rawan pangan dan gizi, menggelar pelaksanaan Gerakan Pangan Murah,” katanya.
Upaya diversifikasi pangan lokal juga digencarkan. Komoditas seperti singkong, ubi, sukun, dan jagung didorong menjadi alternatif guna mengurangi ketergantungan terhadap beras dan terigu.
Di sisi lain, masyarakat Kabupaten Bekasi diminta turut berperan aktif menjaga ketahanan pangan, mulai dari memanfaatkan lahan pekarangan hingga mengurangi pemborosan pangan.
“Masyarakat juga perlu bijak dalam mengonsumsi pangan dan mengurangi pemborosan melalui Gerakan Stop Boros Pangan,” tambahnya.
Baca Juga:Pertamina Geothermal Energy -PLN IP Sepakati Tarif Listrik, Proyek Lahendong Bottoming Unit 15 MW LanjutDapat 27 Persen Suara Perawat dan Nakes, Alfian Terpilih Pimpin Komite Kesehatan RSUD Karawang
Sebagai langkah jangka panjang, penguatan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) juga terus didorong untuk meningkatkan Cadangan Pangan Masyarakat (CPM).
“Upaya ini kita harapkan mampu menjaga stabilitas pangan daerah di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem,” imbuhnya.
