kbeonline.id – Kemenangan tipis tapi bermakna berhasil diraih Persik Kediri saat menjamu Persita Tangerang pada pekan ke-28 BRI Super League 2025-2026, Minggu (19/4/2026). Bermain di Stadion Brawijaya, tuan rumah tampil cukup rapi dan disiplin untuk mengunci kemenangan 1-0.
Gol Penentu dari Skema Matang
Satu-satunya gol dalam laga ini lahir di menit ke-21. Jon Toral sukses menuntaskan peluang setelah menerima umpan terukur dari Adrian Nicolas Luna. Proses golnya terlihat sederhana, tapi efektif—kombinasi yang memang sering jadi pembeda dalam pertandingan ketat seperti ini.
Setelah unggul, Persik tidak bermain gegabah. Mereka lebih memilih menjaga keseimbangan, tidak terlalu terbuka, tapi tetap siap memanfaatkan celah.
Baca Juga:Hasil Super League: Malut United Kecewa Berat, Soroti Peran Wasit Usai Dibekuk Bali United 1-4Van Basty Sousa Soroti Kerja Keras di Balik Kemenangan Persija
Persita Menekan, Tapi Buntu
Masuk babak kedua, Persita mencoba mengubah tempo. Intensitas serangan meningkat, dan beberapa kali mereka berhasil masuk ke area pertahanan Persik. Sayangnya, penyelesaian akhir masih jadi pekerjaan rumah.
Serangan demi serangan seolah mentok di “tembok” pertahanan tuan rumah. Persik tampil solid, terutama dalam menjaga area krusial di depan gawang. Di titik ini, terlihat jelas bahwa bukan hanya soal menyerang, tapi bagaimana bertahan dengan disiplin.
Lebih dari Sekadar Tiga Poin
Kemenangan ini terasa spesial bagi Persik. Bukan cuma karena tambahan tiga poin, tapi juga sebagai bentuk “balas dendam” atas kekalahan 0-3 di pertemuan pertama musim ini. Kadang, laga seperti ini punya nilai emosional tersendiri—dan Persik berhasil menjawabnya.
Selain itu, hasil ini juga memutus tren negatif setelah tiga laga tanpa kemenangan. Momentum yang pas, mengingat kompetisi sudah memasuki fase krusial.
Dampak ke Klasemen
Tambahan poin membawa Persik naik ke peringkat ke-12 dengan 33 poin. Jarak mereka dari zona degradasi kini melebar menjadi sembilan poin dari Persis Solo. Sedikit napas lega, meski perjuangan belum selesai.
Di sisi lain, Persita harus menelan kekecewaan. Mereka tetap tertahan di posisi ketujuh dan gagal menyalip Persebaya Surabaya di peringkat keenam.
Dengan sisa musim yang makin menipis, setiap poin sekarang terasa seperti emas—baik untuk menjauh dari zona merah maupun mengejar papan atas.
