Muchlis, menyebut lokasi tersebut dipilih setelah sebelumnya mempertimbangkan beberapa alternatif seperti Situ Abidin. Namun tahun ini, Situ Rawa Binong dinilai paling memungkinkan untuk pelaksanaan simulasi penyelamatan di air.
“Yang menarik tentu lokasinya, kita anggap ini di tengah-tengah. Untuk tahun ini kita maksimalkan di sini, ke depan bisa saja berpindah sesuai jenis kegiatan,” ujarnya.
Kegiatan HKB tahun ini didominasi oleh partisipasi komunitas relawan siaga bencana. Mereka mengikuti rangkaian perlombaan yang difokuskan pada kemampuan penyelamatan di air, yang secara langsung berkaitan dengan potensi bencana banjir di Kabupaten Bekasi.
Baca Juga:Lokasi Strategis, Quest Prime Cikarang by ASTON Tawarikan Promo Menarik Harper Cikarang Hadirkan Best Family Staycation Deal in Cikarang & paket Work From Hotel-Stay, Work, Eat,Relax
Namun demikian, Muchlis menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada banjir. Berdasarkan perkiraan BMKG, dalam waktu dekat wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Bekasi, juga berpotensi menghadapi musim kemarau yang cukup panjang.
“Selain siklus hujan dan kemarau, saat ini juga ada pengaruh La Nina yang perlu kita waspadai. Ini yang terus kita gaungkan ke masyarakat Kabupaten Bekasi,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Bekasi telah mengeluarkan surat edaran kesiapsiagaan kepada perangkat daerah, pemerintah desa, pihak swasta, hingga masyarakat.
“Semua ini kita harapkan agar Kabupaten Bekasi lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kekeringan,” tambahnya.
Sementara itu, puncak peringatan HKB Kabupaten Bekasi akan digelar pada Minggu, 26 April mendatang di kantor BPBD. Acara tersebut akan diisi dengan kegiatan simbolis seperti pemukulan kentongan, penyalaan sirine, serta penyerahan piagam dan piala kepada para pemenang lomba.
“Puncaknya nanti ada simbolisasi HKB, sekaligus pemberian penghargaan bagi para juara,” pungkas Muchlis.
