kbeonline.id – Perjalanan Persija Jakarta dalam perburuan gelar BRI Super League 2025-2026 kembali menemui batu sandungan. Di saat momentum sangat dibutuhkan, Macan Kemayoran justru kehilangan poin penting setelah ditahan PSIM Yogyakarta dengan skor 1-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (22/4/2026).
Dominasi Tanpa Hasil
Kalau melihat statistik, sebenarnya Persija tampil dominan. Penguasaan bola mencapai 69 persen, dengan total 25 tembakan—10 di antaranya mengarah ke gawang. Bahkan, mereka mendapatkan dua penalti.
Namun, di situlah masalahnya. Dari sekian banyak peluang, hanya satu yang berbuah gol. Penalti kedua yang dieksekusi Maxwell Souza gagal dimanfaatkan. Di sisi lain, PSIM tampil sangat efisien. Dari minim peluang, mereka mampu mencetak gol lewat Ezequiel Vidal.
Baca Juga:Kalah dari Persis, Wahyu Subo: Saatnya Bhayangkara Evaluasi DiriKanjuruhan Belum Siap, Derbi Panas Pindah ke Gianyar
Ibaratnya, Persija punya banyak “peluru”, tapi tidak cukup akurat saat menembak.
Evaluasi Mauricio Souza
Pelatih Mauricio Souza pun tak menutup mata. Ia mengakui timnya sudah mendominasi permainan, tapi kurang tajam dalam penyelesaian akhir.
“Kami punya banyak peluang, tapi tidak berhasil memaksimalkannya. Secara permainan, seharusnya kami bisa menang,” ujarnya.
Pernyataan ini cukup jujur. Di level kompetisi seperti sekarang, efektivitas sering kali lebih penting daripada sekadar dominasi.
Posisi Klasemen Makin Menantang
Hasil imbang ini membuat Persija tertahan di peringkat ketiga dengan 59 poin. Mereka tertinggal dari Borneo FC di posisi kedua dan Persib Bandung di puncak.
Dengan sisa lima pertandingan, selisih poin tersebut bukan tidak mungkin dikejar. Tapi realistisnya, jalan menuju gelar kini semakin berat—terutama jika dua rival di atas terus konsisten meraih kemenangan.
Masih Bisa Jadi Penentu
Meski peluang juara mulai menipis, bukan berarti peran Persija selesai. Mereka masih bisa jadi “penentu” dalam perebutan gelar.
Baca Juga:Hasil Super League: Dua Penalti Terbuang, Persija Gagal Taklukkan PSIMHasil Super League: Bangkit dari Tertinggal, Persis Tumbangkan Bhayangkara 2-1
Salah satu laga krusial adalah saat menjamu Persib di pekan ke-32. Hasil pertandingan itu bisa berdampak besar pada peta klasemen. Menang, Persija bisa membantu membuka peluang bagi pesaing lain. Kalah, justru bisa mempercepat pesta juara Persib.
Titik Kritis Musim
Situasi ini seperti persimpangan jalan. Persija masih punya peluang, tapi margin kesalahan sudah nyaris tidak ada.
