KBEonline.id, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) seiring masuknya musim kemarau 2026.
Imbauan tersebut disampaikan Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja melalui Surat Edaran Nomor BC.03.02/SE-58/BPBD/2026 tentang peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan mitigasi musim kemarau.
Surat edaran yang diterbitkan pada 27 April 2026 tersebut dikeluarkan mengacu pada Surat dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Jawa Barat Nomor: e.T/KL.00.01/031/KBGR/III/2026 Perihal Informasi Prediksi Musim Kemarau 2026 Provinsi Jawa Barat tanggal 9 Maret 2026 dan Surat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor : 630/PB.01.03/PK Perihal Prakiraan Cuaca Bulan April 2026 dan Antisipasi Dini Bencana tanggal 6 April 2026.
Baca Juga:DPRD Karawang Usulkan Pengaturan Penertiban Pelajar dalam Raperda TrantibumDPUPR Karawang Rampungkan Pembangunan Jalan Palumbonsari–Karasak
Dalam surat edaran tersebut, Asep menjelaskan bahwa awal musim kemarau tahun ini diperkirakan akan tiba lebih awal dari biasanya. Selain itu, curah hujan selama periode ini diprediksi berada di bawah normal. Kondisi ini menyebabkan Kabupaten Bekasi diperkirakan akan menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dan kering, dengan puncaknya terjadi pada bulan Agustus 2026.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, Plt Bupati Bekasi memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat untuk meminimalisir dampak buruk musim kemarau. “Pertama, masyarakat dihimbau untuk menghemat penggunaan air bersih dalam kehidupan sehari-hari, memperbaiki kebocoran pada saluran air, dan menggunakan air secara efisien,” ujar Asep Surya Atmaja.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran. Warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi potensi kebakaran yang meningkat selama musim kemarau.
Bagi para petani, Plt Bupati menyarankan penggunaan varietas tanaman yang tahan kekeringan, pengaturan jadwal tanam yang baik, serta pengelolaan air yang optimal untuk kebutuhan pertanian. “Langkah-langkah ini penting untuk mendukung ketahanan pangan di tengah kondisi yang diprediksi lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya
Asep juga menekankan pentingnya menjaga pohon-pohon lindung di sekitar lingkungan tempat tinggal. Masyarakat diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam program pelestarian lingkungan untuk mengurangi dampak kekeringan serta menjaga kebersihan lingkungan demi mencegah penyakit akibat debu. Upaya ini juga bertujuan untuk memastikan ketersediaan air bersih bagi kebutuhan sehari-hari.
