KARAWANG, KBEONLINE.ID – Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Kebidanan Karawang Poltekkes Kemenkes Bandung sukses menyelenggarakan program penguatan kompetensi bagi Tim Pendamping Keluarga (TPK) di desa Mulangsari Kecamatan Pangkalan. Kegiatan intensif yang mengusung tema “Penguatan Kompetensi Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam Pendampingan Calon Pengantin untuk Pencegahan Stunting Berbasis Video Pembelajaran wanojacalakan.com” ini berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 9 hingga 10 Juni 2026. Bertempat di Desa Mulangsari, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, acara ini dihadiri oleh seluruh kader TPK dan aparat pemerintahan desa setempat.
Program strategis ini dipimpin langsung oleh Dr. Eneng Solihah, S.ST., M.Keb., selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, dengan didampingi oleh tiga anggota pakar, yaitu Ugi Sugiarsi, S.KM., M.M., Rahayu Dwikanthi, S.ST., M.Keb., dan Warliana, S.Si.T., M.Kes. Fokus utama dari pengabdian ini adalah membekali 23 anggota TPK Desa Mulangsari agar mampu melakukan skrining dan intervensi dini secara mandiri dan digital. Pemanfaatan platform video pembelajaran dari laman wanojacalakan.com menjadi instrumen utama untuk menyederhanakan penyampaian edukasi kesehatan yang kompleks kepada masyarakat.
Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat, Dr. Eneng Solihah, S.ST., M.Keb., menegaskan bahwa pendampingan calon pengantin (catin) minimal tiga bulan sebelum pernikahan merupakan periode krusial dalam memutus rantai stunting. Melalui metode interaktif ini, para kader dilatih untuk mengidentifikasi kondisi ideal maupun faktor risiko pada catin.
Baca Juga:Dukung Swasembada Nasional, Polres Karawang Sukseskan Panen Raya Jagung Bersama Petani LokalSokong Swasembada Pangan, Polres Karawang Intensifkan Pendampingan Kelompok Tani
“Kami ingin memastikan seluruh kader TPK memiliki pemahaman yang tajam dan seragam dalam mengawal fase pra-nikah, sehingga setiap calon ibu di Desa Mulangsari benar-benar siap secara biologis untuk hamil dan melahirkan generasi penerus yang sehat,” ujar Dr. Eneng Solihah, Kamis (11/6).
Rangkaian kegiatan pada hari pertama dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Mulangsari, Hj. Imas Masitoh, yang dilanjutkan dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Setelah itu, tim pelaksana memfasilitasi sesi brainstorming dan pemutaran video edukasi bertajuk “Pendampingan Catin: Panduan Kader Cegah Stunting”. Dalam sesi ini, narasumber memaparkan secara rinci langkah kerja pendampingan, mulai dari kewajiban skrining kesehatan melalui aplikasi El-Simil, identifikasi lima variabel berisiko, hingga pemberian tindakan treatment atau edukasi yang sesuai.
