Proyek pembangunan asrama tiga lantai ini diperkirakan membutuhkan biaya yang cukup besar, yakni mencapai angka 8 miliar rupiah. Meski membutuhkan dana yang signifikan, pihak Lasnas Agnia Care menyatakan optimismenya bahwa pembangunan akan berjalan lancar dengan dukungan dari berbagai pihak. Targetnya, niat suci untuk menyediakan tempat tinggal layak ini dapat terwujud sepenuhnya pada tahun 2026 mendatang.
Penting untuk diketahui bahwa Yayasan Nahdlatul Islahiyah merupakan Mitra Pengelola Zakat (MPZ) resmi di bawah naungan Lasnas Agnia Care yang telah mengantongi izin dari Kementerian Agama. Status legalitas ini memberikan jaminan keamanan dan transparansi bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan. Dengan adanya payung hukum ini, proses penghimpunan donasi dipastikan sah dan terlindungi oleh regulasi pemerintah.
Yudi Ginanjar menekankan bahwa kolaborasi dalam pengelolaan zakat dan donasi sangat terbuka bagi lembaga lain, seperti majelis taklim, asalkan memiliki izin resmi dari lembaga amil zakat induk. Lasnas Agnia Care sendiri memiliki pola kemitraan satu kota satu mitra utama, yang telah tersebar di berbagai wilayah seperti Bandung dan Tasikmalaya. Hal ini dilakukan untuk memastikan distribusi dan pengelolaan bantuan sosial berjalan lebih terstruktur dan efektif.
Baca Juga:Sanema Tour Gelar Halalbihalal “Reconnect Baitullah”, Pererat Silaturahmi Jamaah UmrahOrang Tua Wajib Baca! Ini Kebiasaan Sepele yang Harus Dihindari Agar Anak Tumbuh Cerdas
Bagi masyarakat yang tergerak untuk memberikan bantuan atau berdonasi, pihak yayasan telah menyediakan beberapa jalur resmi. Calon donatur dapat langsung mendatangi kantor sekretariat yayasan di Rawalumbu. Selain itu, informasi mengenai nomor rekening resmi yayasan juga dapat diakses melalui media sosial resmi Nahdlatul Islahiyah maupun melalui platform kemitraan Lasnas Agnia Care.
Sebagai penutup prosesi peletakan batu pertama, para tamu undangan serta pengurus yayasan melakukan doa bersama agar pembangunan diberikan kelancaran tanpa hambatan. Dimulainya renovasi ini diharapkan menjadi titik balik bagi peningkatan kualitas hidup para santri yatim dan duafa di Adiarsa Timur, sehingga mereka dapat belajar dan bertumbuh dalam lingkungan yang lebih sehat serta bermartabat.(aufa)
