KBEONLINE.ID KARAWANG – Yayasan Nahdlatul Islahiyah secara resmi memulai proses renovasi total asrama yatim dan duafa yang berlokasi di kawasan Adiarsa Timur. Langkah besar ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah serta lembaga amil zakat terkait. Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas yang selama ini dirasakan oleh puluhan santri binaan yayasan tersebut.
Ketua Yayasan Nahdlatul Islahiyah, Shodiq Jabar, mengungkapkan bahwa saat ini panti tersebut menampung sebanyak 55 anak yatim dan duafa. Rentang usia para santri sangat beragam, mulai dari bayi yang baru menginjak usia delapan bulan hingga mahasiswa yang kini tengah menempuh pendidikan di semester empat pada STAI Shalahuddin Al-Ayyubi, Jakarta. Keberagaman usia ini menuntut ketersediaan fasilitas yang lebih mumpuni dan layak guna menunjang tumbuh kembang mereka.
Pembangunan asrama baru ini dipicu oleh kondisi bangunan lama yang dinilai sudah tidak layak huni bagi anak-anak. Shodiq Jabar menjelaskan bahwa fasilitas sebelumnya kerap mengalami kebocoran saat hujan turun dan memiliki ruangan yang sangat sempit untuk menampung seluruh santri.
Baca Juga:Sanema Tour Gelar Halalbihalal “Reconnect Baitullah”, Pererat Silaturahmi Jamaah UmrahOrang Tua Wajib Baca! Ini Kebiasaan Sepele yang Harus Dihindari Agar Anak Tumbuh Cerdas
“Harapan kami tentunya dengan dibangunnya asrama ini, kami bisa lebih memberikan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak yatim dan duafa,” ujar Shodiq Jabar, Senin (27/4).
Camat Karawang Timur, Gunawan, hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif pembangunan ini. Ia menegaskan dukungannya selaku otoritas wilayah terhadap yayasan yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan tersebut.
“Saya sebagai Camat Karawang Timur mengucapkan banyak terima kasih atas peletakan batu pertama ini. Karena ini yayasan bergerak dalam anak yatim piatu dan kaum duafa, ini rata-rata anak-anak saya juga,” kata Gunawan.
Direktur Eksekutif Lasnas Agnia Care, Yudi Ginanjar, S.Si., turut menjelaskan teknis pembangunan yang akan dilakukan. Mengingat keterbatasan lahan yang tersedia, renovasi asrama ini akan dilakukan secara vertikal dengan desain bangunan setinggi tiga lantai. Fasilitas tersebut nantinya akan mencakup ruang asrama serta ruang belajar yang dirancang sedemikian rupa agar memberikan kenyamanan maksimal bagi para santri.
