UPDATE Jumlah Warga Kabupaten Bekasi Korban Tabrakan Kereta: 15 Luka 3 Meninggal

Pemakaman korban
Pemakaman salah seorang korban meninggal warga Bekasi.
0 Komentar

KBEonlie.ifd – Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat melakukan assesment dan pendataan terhadap warga Kabupaten Bekasi yang menjadi korban kecelakaan maut antara KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.Jumlah Warga Kabupaten Bekasi Korban Tabrakan Kereta: 15 Luka 3 Meninggal

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengungkap bahwa pihaknya menjamin seluruh biaya pengobatan dan tindakan medis bagi warganya yang terdampak musibah tersebut.

Berdasarkan hasil pendataannya, hingga Selasa siang, data sementara mencatat total 18 warga Kabupaten Bekasi menjadi korban dalam peristiwa memilukan ini. Tiga di antaranya terkonfirmasi meninggal dunia, yakni Nurlaela warga Cikarang Timur, Ristuti warga Sukatani, dan Adelia warga Cibitung.

Baca Juga:Tak akan Ada Lagi Sapaan Ramah untuk Warga Sukatani dari Ristuti KustirahayuFirasat Pilu Adelia Rifani di Ultah ke 22, Sebuah Kiriman Foto Terakhir dari Pintu Kereta

Asep menegaskan bahwa pihaknha bersama dinas terkait tengah terjun menyisir sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi untuk memastikan validitas data dan kondisi warganya. Ia menekankan bahwa kendala administratif tidak boleh menghambat penanganan medis.

“Kita khawatir nanti penanganannya. Ya itu kan ada tindakan operasi, ada tindakan apa, yang kita jaminkan pemerintah Kabupaten Bekasi dalam hal ini. Siap menjaminkan apapun,” kata Asep di Cikarang Timur, Selasa (28/4).

Ia mengakui proses identifikasi di lapangan sempat mengalami hambatan karena banyak korban yang kehilangan kesadaran serta dokumen identitas yang tercecer di lokasi kejadian. Berdasarkan hasil assesment tim di lapangan, dari total 18 korban asal Kabupaten Bekasi sebanyak tiga orang terkonfirmasi meninggal dunia, 13 orang dirawat, dua orang dirujuk termasuk dua orang ibu hamil.

“KTP-nya nggak ada, namanya di tasnya bertebar kemana aja, belum bisa diajak komunikasi karena efek trauma. Makanya hari ini saya jalan ke RSUD Kota Bekasi, RS Bella, dan RS Primaya untuk identifikasi,” tambahnya.

Asep juga menyampaikan rasa duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama karena banyak korban merupakan pejuang rupiah. Salah satu korban meninggal dunia diketahui sebagai ASN di Jakarta Timur yang setiap hari mengandalkan jasa kereta api untuk bekerja.

“Kita berikan motivasi, kesabaran, ketabahan untuk yang ditinggalkan. Semoga husnul khotimah karena beliau ini sedang bekerja,” tutur Asep.

0 Komentar