Rp15 Miliar Digelontorkan Pemprov untuk 10 Titik Perlintasan Kereta yang Rawan di Kabupaten Bekasi 

perlintasan kereta
RAWAN: Perlintasan kereta di Cikarang Utara.
0 Komentar

KBEonline.id- Anggaran sebesar Rp15 Miliar digelontorkan Pemprov Jabar untuk memperbaiki 10 Titik Perlintasan Kereta yang Rawan di Kabupaten Bekasi.

Tragedi di perlintasan sebidang lintasan kereta di Bekasi Timur menjadi alarm keras. Sistem keselamatan kereta dinilai masih rapuh, sementara perlintasan liar terus tumbuh tanpa kendali seolah bom waktu yang menunggu giliran meledak.

Kini, respons mulai terlihat. Pemerintah Kabupaten Bekasi pun turut memastikan pembenahan di sejumlah titik rawan dengan sokongan anggaran Rp15 miliar dari Pemprov Jawa Barat.

Baca Juga:Saan Mustopa Desak Pemerintah Bangun Underpass dan Flyover di Tiap Perlintasan KeretaSenin Besok Sidang Perdana Ade Kunang dan HM Kunang di Bandung, 7 Jaksa KPK Siap Menuntut

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengungkapkan bantuan sebesar Rp15 miliar akan difokuskan untuk memperbaiki 10 perlintasan sebidang prioritas. Setiap titik diperkirakan menyerap anggaran sekitar Rp1,5 miliar.

“Saya sudah bicara dengan Pak Gubernur dan kita akan mendapatkan bantuan provinsi. Satu titik itu sekitar 1,5 miliar, jadi totalnya 15 miliar untuk 10 titik,” kata Asep Surya Atmaja di Cikarang Pusat, Minggu (03/05).

Menurut dia, pembenahan ini tak sekadar formalitas. Pemkab Bekasi bakal meningkatkan sistem keselamatan dengan pemasangan palang pintu otomatis, penambahan rambu lalu lintas, optimalisasi penerangan jalan umum (PJU), hingga pengawasan lebih ketat di lapangan.

Saat ini, lanjut Asep, pihaknya tengah memetakan titik prioritas yang akan dipasangi sistem pengamanan modern. Teknologi yang digunakan disebut lebih canggih dibanding palang manual yang selama ini masih banyak dipakai.

“Nah ini sekarang lagi kita identifikasi titik-titiknya, mana saja perlintasan sebidang yang nanti akan kita buatkan penutup kereta yang mumpuni, yang lebih bagus, lebih canggih dari sebelumnya, bukan sekedar palang pintu manual,” tambahnya.

Meski begitu, tantangan terbesar justru datang dari maraknya perlintasan liar di kawasan padat penduduk.

Akses ilegal ini kerap dibuka warga demi mempersingkat jarak, meski berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Baca Juga:Di Bawah Komando Ketua DPD Siti Qomariyah NasDem Kabupaten Bekasi Bidik 7 Kursi DPRD 2029Aksi Bobol Sekolah Makin Marak di Karawang, SDN Kondangjaya II Diangkut 7 Comeback dan 2 Infokusnya

“Biasanya karena ada perumahan-perumahan atau pemukiman penduduk. Agar dekat jaraknya ini (perlintasan liar) dibuka, ditutup dengan kayu seadanya. Itu yang bahaya,” tutur Asep.

Urgensi pembenahan ini tak lepas dari insiden tragis pada Senin malam (27/4) lalu. Kecelakaan yang melibatkan KRL Commuterline tujuan Cikarang, sebuah taksi, dan KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan Ampera itu menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai puluhan lainnya.

0 Komentar