KBEonline.id – Pemerintah Kabupaten Karawang secara resmi menetapkan Desa Pajaten, Kecamatan Cibuaya, sebagai lokasi fokus pelaksanaan program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tahun 2026.
Langkah ini dikukuhkan melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/Kep.324-Huk/2026 sebagai komitmen daerah dalam mempercepat pembangunan desa melalui optimalisasi peran kaum perempuan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Karawang, Wiwiek Krisnawati, menyatakan bahwa pemilihan Desa Pajaten didasarkan pada hasil pemetaan komprehensif terkait indikator Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta taraf ekonomi masyarakat setempat.
Baca Juga:42 Tahun Menumpang di Tanah Wakaf, SDN Adiarsa Timur I Desak Pemda Segera Relokasi BangunanDPRD Sentil Kinerja Pemkab Bekasi: Bereskan 147 Persoalan, Jangan Loyo!
Selain itu, kepemimpinan kepala desa perempuan di wilayah tersebut menjadi nilai tambah dalam sinkronisasi program pemberdayaan.
“Kami melihat ada sinergi yang luar biasa dari antusiasme kepemimpinan desa di Pajaten. Program P2WKSS ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya sistematis untuk mengubah wajah desa melalui tangan-tangan kreatif perempuan,” ujar Wiwiek, Selasa (5/5).
Intervensi tahun ini mengusung konsep kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi, dunia usaha, hingga berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Di sektor pendidikan, DP3A bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan GOW untuk menyelenggarakan pelatihan keterampilan praktis, mulai dari pembuatan produk UMKM hingga jasa rias pengantin (MUA), guna menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Wiwiek menekankan bahwa pilar ekonomi menjadi fokus krusial tahun ini dengan dibentuknya Kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA).
Melalui wadah ini, para perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga akan mendapatkan bimbingan intensif dari Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Koperasi untuk meningkatkan kapasitas pendapatan mereka secara mandiri dan berkelanjutan.
“Target utama kami adalah menciptakan ‘Perempuan Berdaya’. Jika kualitas SDM perempuannya meningkat, maka secara otomatis kesejahteraan dan kesehatan keluarga di lingkungan tersebut akan ikut terangkat ke arah yang lebih baik,” tambah Wiwiek.
Baca Juga:Perbedaan Ramen vs Udon yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Pesan!MISI Kembali ke DPRD, Yani Kalina Pimpin PPP Karawang 2026–2031, Target 6 Kursi di Pemilu 2029
Tak hanya soal ekonomi, program ini juga menyentuh aspek ketahanan pangan keluarga. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya terpusat pada Kelompok Wanita Tani (KWT), inovasi tahun 2026 mendorong setiap individu warga untuk melakukan penanaman mandiri di pekarangan rumah, seperti budidaya cabai dan sayuran esensial lainnya.
