Di akhir pernyataannya, KOPRI mengajak masyarakat untuk menghentikan budaya menyalahkan korban dan membungkam penyintas demi menjaga citra lembaga tertentu.
“Ruang pendidikan harus dikembalikan pada hakikatnya sebagai tempat tumbuhnya ilmu pengetahuan, nilai kemanusiaan, dan rasa aman bagi setiap anak. Tidak boleh ada lagi ruang toleransi bagi pelaku kekerasan seksual, siapapun dia dan setinggi apapun kedudukannya,” tutup Andini.
