KBEonline.id, KARAWANG — Kepala KUA Cikampek, Cecep Zaeni Miftah, mendukung kebijakan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) terkait ajakan bagi anak muda untuk melaksanakan pernikahan secara sederhana di KUA. Menurutnya, selain gratis, langkah tersebut dapat membantu pasangan muda lebih siap secara ekonomi untuk masa depan, Rabu (13/5/2026).
Cecep Zaeni Miftah mengatakan, pernikahan sederhana di KUA dinilai lebih bermanfaat dibanding harus memaksakan pesta besar yang berpotensi membebani kehidupan rumah tangga setelah menikah.
“Prinsip hidup itu lebih baik jadi raja selamanya, daripada raja sehari sengsara selamanya,” ujar Cecep mengutip pernyataan KDM, Rabu (13/5).
Baca Juga:Pedagang Pasar Cikampek 1 Keluhkan Fasilitas Tak Kunjung Diperbaiki, Soroti Pengelolaan dan RetribusiUNSIKA Wisuda 173 Lulusan, Rektor Taruh Harapan Besar Kontribusi untuk Negeri
Ia menjelaskan, saat ini masih banyak generasi muda yang sebenarnya ingin menikah sederhana di KUA. Namun, keinginan tersebut sering terkendala faktor budaya dan dorongan dari pihak keluarga yang menginginkan acara pernikahan lebih besar.
Menurutnya, tantangan kultural tersebut menjadi salah satu alasan masih banyak pasangan memilih menggelar resepsi mewah meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya siap.
Cecep juga mengaku merasa bahagia setiap kali melihat pasangan yang baru selesai melaksanakan ijab kabul di KUA Cikampek. Baginya, momen tersebut menjadi awal terbentuknya keluarga baru yang diharapkan dapat membangun rumah tangga harmonis dan bertanggung jawab.
Selain pelayanan pernikahan, KUA Cikampek juga memiliki program bimbingan pernikahan bagi calon pengantin. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Cikampek dan Satpel PPKB Cikampek.
“Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada calon pengantin terkait kesiapan rumah tangga, kesehatan, hingga perencanaan keluarga,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Cecep juga berpesan kepada generasi muda yang telah siap menikah agar tidak menunda pernikahan terlalu lama. Ia menilai pernikahan dapat menjadi salah satu upaya untuk meminimalisir persoalan sosial maupun risiko penyakit menular akibat pergaulan bebas.
“Kalau memang sudah siap lahir dan batin, sebaiknya disegerakan karena pernikahan juga bagian dari menjaga diri,” pungkasnya.
