KBEONLINE.ID MAJALENGKA — Ketika banyak orang membicarakan wisata Jawa Barat, nama Majalengka sering kali kalah ramai dibanding Bandung, Garut, atau Cirebon. Padahal, kabupaten yang berada di kaki Gunung Ciremai ini menyimpan pengalaman perjalanan yang berbeda: kota yang tenang, jalanan yang lengang, biaya hidup relatif ramah di kantong, serta atmosfer yang cocok untuk pelancong yang ingin menikmati ritme perjalanan lebih santai.
Pengalaman itu terasa sejak memasuki pusat Kota Majalengka setelah perjalanan darat dari arah Subang. Alih-alih menemukan keramaian seperti kota tujuan wisata lain di momen libur panjang sekolah dan pergantian tahun, suasana pusat kota justru terlihat cukup tenang. Jalur-jalur utama tampak lengang, lalu lintas tidak terlalu padat, dan aktivitas masyarakat berjalan dengan ritme yang santai.
Bagi sebagian orang, suasana seperti ini mungkin terasa terlalu sunyi. Namun bagi pelancong yang menyukai perjalanan tanpa hiruk pikuk berlebihan, Majalengka justru menawarkan pengalaman yang berbeda. Kota ini tidak terlalu gaduh, minim kemacetan, dan terasa nyaman untuk dijelajahi perlahan, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan transportasi lokal.
Baca Juga:Hello Kitty x Jisoo BLACKPINK Hadir di Jakarta : Exhibition Gemas Ini Serbu Mall Kota Kasablanka dan Harga TerKampung Bunikasih di Kaki Gunung Subang : Tempat Tenang yang Dinilai Cocok untuk Menikmati Masa Pensiun
Kota Angin yang Tenang, Julukan “Kota Pensiunan” yang Masih Melekat
Setibanya di pusat Kota Majalengka, kesan pertama yang langsung terasa adalah suasana jalanan yang cukup lengang. Menariknya, kondisi tersebut terjadi saat periode yang biasanya identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, seperti libur sekolah dan pergantian tahun. Namun pusat kota justru tampak lebih santai dibanding sejumlah kota lain di Jawa Barat.
Majalengka selama ini dikenal luas dengan julukan “Kota Angin”. Sebutan tersebut bukan tanpa alasan karena embusan angin di kawasan ini cukup terasa, terutama di wilayah tertentu yang dekat area perbukitan. Faktor geografis yang berada dekat kawasan Gunung Ciremai membuat udara di wilayah ini terasa lebih nyaman dibanding kota-kota dengan suhu panas di kawasan pantura.
Selain itu, Majalengka juga cukup dikenal dengan julukan “Kota Pensiunan”. Sebutan ini muncul karena ritme kehidupan masyarakatnya dinilai lebih lambat dan santai dibanding kota industri besar. Kehidupan malam tidak terlalu ramai, lalu lintas relatif tertib, dan suasana kota cenderung damai. Bagi sebagian orang, kondisi ini justru menjadi nilai lebih karena menawarkan suasana yang nyaman dan tidak melelahkan.
