Diskusi PMII dan DPPKB Karawang: Waspadai Pelecehan Seksual di Kampus

dppkb karawang
Plt Kepala DPPKB Kabupaten Karawang, Imam Al Husaeri
0 Komentar

KBEONLINE.ID,— Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang bersama Kopri PMII Karawang menggelar kegiatan Diskusi Panel bertema pelecehan seksual di lingkungan kampus dan perlindungan korban. Sabtu (16/5).

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Plt Kepala DPPKB Kabupaten Karawang, Imam Al Husaeri, yang menilai diskusi seperti ini penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya kalangan akademisi, terhadap persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

“kami menyambut baik kegiatan ini karena Kopri PMII sebagai masyarakat dari kalangan akademis harus ikut menyuarakan permasalahan yang ada di masyarakat,” ujar Imam Al Husaeri, Sabtu (16/5).

Baca Juga:Polisi Ringkus 4 Pengedar 16.590 Butir Obat Keras yang Dijual di Batujaya, Karawang Timur dan MuaragembongPenataan Gedung Sate-Gasibu Telan Rp 12 Miliar, DPRD Jabar Tekankan Kearifan Lokal

Menurutnya, mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting dalam membantu mencarikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk kasus pelecehan seksual dan persoalan moral lainnya yang saat ini menjadi perhatian publik.

“Masyarakat akademis itu harus mau terjun dan berperan serta dalam mencarikan solusi terkait kasus-kasus yang memang terjadi di masyarakat, misalnya kasus pelecehan seksual dan persoalan moral lainnya,” katanya.

Ia menilai, penyampaian aspirasi tidak selalu harus dilakukan melalui aksi demonstrasi. Diskusi panel seperti yang digelar Kopri PMII juga dinilai menjadi sarana edukasi sekaligus ruang mencari solusi bersama terhadap persoalan yang sensitif di masyarakat.

“Kalau biasanya organisasi eksternal menyuarakan lewat aksi, diskusi seperti ini juga memberikan pelajaran kepada masyarakat bahwa persoalan-persoalan tersebut bisa dicari solusinya melalui forum diskusi,” jelasnya.

Imam menambahkan, keterlibatan DPPKB dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah daerah memiliki kepedulian terhadap isu-isu sensitif, termasuk perlindungan korban pelecehan seksual.

“Melalui kegiatan ini menjadi salah satu bukti bahwa DPPKB concern dan peduli terhadap kasus-kasus sensitif seperti sekarang,” ungkapnya.

Ke depan, pihaknya berharap organisasi mahasiswa maupun kepemudaan di Kabupaten Karawang dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengangkat isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga:PERHATIAN, Disdukcapil Karawang Tetap Buka Layanan Adminduk Selama Libur melalui Program X-MenKemnaker Mau Bantu Rp 5 Juta bagi Usaha Mandiri, Pendaftaran hingga 17 Mei 2026 melalui SIAPkerja dan Bizhub

“Tidak hanya dengan DPPKB, tapi juga bisa berkolaborasi dengan DP3A, Dinas Sosial, maupun Dinas Kesehatan untuk mengangkat kasus-kasus sensitif di masyarakat dan bersama-sama mencarikan solusinya demi kebaikan masyarakat Karawang,” pungkasnya. *

0 Komentar