Kampung Bunikasih di Kaki Gunung Subang : Tempat Tenang yang Dinilai Cocok untuk Menikmati Masa Pensiun

Kampung Bunikasih di Kaki Gunung Subang : Tempat Tenang yang Dinilai Cocok untuk Menikmati Masa Pensiun
Kampung Bunikasih di Kaki Gunung Subang : Tempat Tenang yang Dinilai Cocok untuk Menikmati Masa Pensiun
0 Komentar

KBEONLINE.ID SUBANG — Tidak semua orang ingin menikmati masa pensiun di tengah hiruk pikuk perkotaan. Setelah puluhan tahun berjibaku dengan kemacetan, kebisingan, tekanan pekerjaan, hingga ritme hidup yang serba cepat, banyak orang mulai membayangkan kehidupan yang lebih tenang di usia senja. Udara sejuk, lingkungan hijau, suasana damai, dan hidup lebih dekat dengan alam menjadi impian baru yang mulai dicari sebagian masyarakat.

Di Kabupaten Subang bagian selatan, terdapat sebuah kampung kecil yang perlahan mulai menarik perhatian karena dinilai memiliki suasana ideal untuk menikmati masa pensiun. Namanya Kampung Bunikasih, sebuah kawasan ekowisata di wilayah Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Lokasinya berada di kaki pegunungan, jauh dari kebisingan kota, dikelilingi hutan, sungai alami, serta udara pegunungan yang masih terasa bersih dan segar.

Meski belum banyak dikenal wisatawan luas, Kampung Bunikasih menyimpan daya tarik yang tidak dimiliki banyak tempat lain. Kampung ini menawarkan suasana hidup sederhana, tenang, dan jauh dari kesan terburu-buru yang kerap melekat pada kehidupan kota besar. Tidak sedikit orang yang datang ke kawasan ini mengaku langsung jatuh hati pada atmosfer pedesaannya yang terasa damai.

Baca Juga:Bingung Akhir Pekan Pergi ke Mana? Ayo Datang ke Pasar Sasagaran Purwakarta Banyak Kuliner Jadul Serba Murah 

Hidup Tenang di Tengah Alam Pegunungan

Kampung Bunikasih berada sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Subang. Akses menuju lokasi melewati jalur pegunungan dengan pemandangan kebun, pepohonan tinggi, sawah, dan udara yang perlahan berubah semakin dingin seiring perjalanan menuju kawasan selatan Subang. Sesampainya di kampung, suasana langsung berubah drastis dibanding kawasan perkotaan—lebih sepi, lebih hijau, dan jauh dari suara bising kendaraan.

Jumlah penduduk di kampung ini juga relatif sedikit. Berdasarkan keterangan warga setempat, Bunikasih hanya terdiri dari satu RT dengan sekitar 43 kepala keluarga. Karena jumlah warga yang tidak terlalu banyak, kehidupan sosial di kampung terasa lebih hangat dan akrab. Hampir semua orang saling mengenal satu sama lain, menjadikan suasana kekeluargaan masih sangat terasa di kehidupan sehari-hari masyarakat.

Bagi orang yang mendambakan kehidupan lebih tenang setelah pensiun, kondisi seperti ini tentu menjadi nilai tambah tersendiri. Tidak ada kemacetan, minim polusi suara, dan ritme hidup terasa berjalan lebih lambat. Pagi hari diisi suara burung serta udara berkabut, sementara malam terasa jauh lebih hening dibanding perkotaan, menghadirkan suasana istirahat yang sulit ditemukan di kota besar.

0 Komentar