Sebelum El Nino Datang, Begini Cara Pemkab Karawang Antisipasi Kekeringan di Ribuan Hektare Sawah

Cek Irigasi
Pemkab Karawang Melalui Dinas Pertanian melakukan cek saluran air sebelum El Nino melanda.
0 Komentar

KBEONLINE.ID KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan yang dipicu fenomena El Nino dengan memetakan wilayah rawan terdampak serta mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah sentra pertanian.

Langkah tersebut dilakukan guna menjaga keberlangsungan produksi pangan dan memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang, Rohman, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi utama untuk menghadapi ancaman kekeringan yang berpotensi memengaruhi ribuan hektare lahan pertanian di Kabupaten Karawang.

Baca Juga:Pernah Dengar Slogan “Aku Ingin Pindah ke Meikarta”? Kini Jadi Tempat Hiburan Buruh Bekasi untuk Piknik AkhirMobil Bekas Murah Tapi Berkualitas? Suzuki Karimun Estilo Masih Layak Diburu, Harganya Mulai Rp40 Jutaan

“Langkah yang kami lakukan adalah pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini, khususnya di area ujung saluran irigasi yang rentan mengalami kekurangan pasokan air. Dengan sistem peringatan dini yang lebih baik, petani diharapkan dapat mengambil langkah antisipasi lebih cepat,” ujarnya, Selasa (19/5).

Selain melakukan pemetaan, DPKPP juga mengoptimalkan infrastruktur pertanian melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pemanfaatan embung, serta penguatan sistem irigasi perpompaan di sejumlah wilayah sentra pertanian.

“Kami terus mendorong penguatan pompanisasi dan sistem perpipaan sebagai solusi distribusi air bagi lahan-lahan pertanian yang rawan terdampak kekeringan,” kata Rohman.

Rohman menjelaskan, percepatan masa tanam juga menjadi bagian penting dalam strategi mitigasi El Nino. Para petani didorong untuk segera melakukan tanam selama masih tersedia sisa curah hujan dan potensi sumber air di wilayah masing-masing.

“Petani kami arahkan menggunakan varietas padi tahan kekeringan dan berumur genjah agar masa panen tidak bertepatan dengan puncak musim kering, terutama saat fase pengisian bulir,” tuturnya.

Tidak hanya itu, DPKPP juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian agar tidak terjadi jeda tanam yang dapat memengaruhi capaian produksi pangan daerah maupun nasional. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian tetap stabil di tengah ancaman perubahan iklim.

Dalam pelaksanaannya, sinergi lintas sektor turut diperkuat melalui koordinasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), TNI, serta para petani guna memastikan penanganan kekeringan berjalan efektif dan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) tersalurkan tepat sasaran.

0 Komentar